Sambut Pasar Hortikultura Ibukota Baru, Petani Mamasa Gelar Diskusi Bersama Pelaku Usaha Tani Jabar dan Malino

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMASA — Bertempat di Pondok Diskusi (Calon P4S) Sahabat Petani Mellangkena Padang (12/9) difasilitasi oleh Ketua KTH Sahabat Tani yang juga merupakan Ketua KTNA Kabupaten Mamasa, Demianus Tarra,SE., digelar diskusi terkait Peningkatan Kapasitas SDM Petani Menyabut Pasar Hortikultura Ibukota Baru di Kalimantan Timur.

Hadir antara lain, Anggota DPRD Kabupaten Mamasa, Reskianto Taula’bi Kia, SIP., M.Si.,yang juga merupakan Sekretaris Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia Raya, Kades Mellangkena Padang, Dominggus, Camat Nosu, Lewi, S.Pd.,M.Pd.,MM., Penyuluh Pertanian Kecamatan Sespa, perwakilan PT. Bank Sulselbar Cabang Mamasa, Bendahara KTNA Kabupaten Mamasa, Sudiarno, Sejumlah Ketua Kelompok Tani Mamasa serta sejumlah Petani Desa Mellangkena Padang.

Hadir berbagi ilmu dan pengalaman, akademisi yang juga merupakan pelaku usaha tani dari Malino Sulsel, Drs. Ibrahim B., MM., dan Tatang Omara bersama pelaku usaha tani dari Pangalengan, Bandung, Jawa Barat, H. Chaca Cuarsa.

Demianus Tarra mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah upaya peningkatan kapasitas SDM petani di Mamasa supaya memilki mental bertani kalau perlu menjadi pengusaha tani. Karena itu perlu bertukar pikiran dengan semua pihak termasuk dengan pelaku-pelaku usaha tani dari Jawa dan Malino, Sulsel, dengan Pemerintah, Penyuluh dan pihak lainnya untuk menambah ilmu dan semangat.

Khusus kehadiran anggota DPRD kata Demianus Tarra diharapkan untuk memperjuangkan keberpihakan anggaran untuk kepentingan peningkatan SDM petani dan penyuluh termasuk percepatan regulasi Perda Perlintan.

Pelaku usaha tani Malino, Drs. Ibrahim, MM., menyebut bahwa perpindahan ibukota RI ke Kaltim sangat menguntungkan Sulbar terkhusus Kabupaten Mamasa sehingga sangat disayangkan kalau potensi alam ini belum dikelola karena petaninya masih tidur. Menurutnya dua sumber daya yang dimiliki Mamasa yang prospek untuk ibukota baru yakni SDA berupa batu yang tentu sangat dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur ibukota Negara baru dan hortikultura untuk kebutuhan konsumsi. Khusus hortikultura, Ibrahim menantang petani Mamasa agar berani berusaha, persoalan modal tidak selamanya harus dengan uang karena modal bisa dengan tenaga yakni bagi hasil dengan pemodal atau investor. Ibrahim berpesan petani di Mamasa harus memilki etos kerja yang baik kalau mau menjadi pemenang dalam mengisi pasar hortikultura ibukota baru.

Senada disampaikan oleh H. Chaca Cuarsa dari Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Menurut H. Chaca, sesuai survey yang pernah dilakukan bersama Dandim Polmas pada tahun 2011 lalu, secara geografis wilayah Nosu dengan wilayah yang sangat luas adalah daerah paling potensial untuk pertanian hortikultura terutama komoditi kentang dan saat ini Negara benar-benar memanggil dengan pemindahan ibukota Negara dari Jakarta ke Kaltim untuk berbuat mengisi pasar hortikultura di ibukota baru tersebut.

Disebutnya perlu ada langkah-langkah strategis Pemerintah Mamasa untuk membuka komunikasi dengan Pemerintah di Kaltim supaya ada MoU seperti yang dilakukan Pemerintah Sulsel pada zaman Gubernur Palaguna yang membuat MoU dengan Pemerintah di Kaltim untuk penjualan produk Hortikultura dari Malino.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Mamasa, Reskianto Taula’bi Kia, menyambut baik diskusi petani ini dan meminta kepada pelaku usaha tani dari Jawa dan Malino agar memberi ilmu sebanyak mungkin kepada petani Mamasa dan meminta resume diskusi tersebut untuk menjadi bahan penyanding dalam pembahasan Perda Perlintan Kabupaten Mamasa yang prosesnya sedang berjalan di DPRD Kabupaten Mamasa.

Kepala Desa Mellangkena Padang, Dominggus menyampaikan apresiasi kepada inisiator, yakni Ketua KTNA Kabupaten Mamasa, Demianus Tarra yang tidak pernah berhenti mendorong kemajuan masyarakat di Mellangkena Padang lewat bidang pertanian, ia berharap masyarakatnya bisa menimba ilmu dari narasumber yang jauh-jauh datang dari Jawa dan Malino terutama bagaimana menjadi bermental petani.

(Leo/MdB)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *