SKB Mamasa Terpilih Sebagai SKB Rujukan Di Indonesia, Berikut Design Kampusnya

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMASA — Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Mamasa terpilih sebagai SKB Rujukan di Indonesia.

Kepala SKB Kabupaten Mamasa, Musrah Mula mengatakan SKB Rujukan di Indonesia itu berjumlah 25 SKB dari total 419 SKB se-Indonesia dan SKB Kabupaten Mamasa terpilih sebagai salah satu dari 25 SKB Rujukan tersebut.

Disebutnya, dari sejumlah program kegiatan di SKB Mamasa yang akan ditonjolkan setelah terpilih sebagai SKB Rujukan adalah Roasting Coffee dimana Mamasa merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Sehungan dengan terpilihnya SKB Mamasa sebagai SKB Rujukan, pihaknya sedang menggenjot pembangunan sejumlah fasilitas kampus seperti gedung kantor dan ruang belajar termasuk rencana pembangunan dan penataan halaman kampus.

Musrah Mula berharap, pemangku kebijakan di Mamasa bisa melirik dan membantu realisasi pembangunan ini karena Pemerintah Pusat sangat mengharapkan pihak Pemerintah Daerah juga membantu anggaran untuk percepatan realisasi pembangunan infrakstruktur SKB Mamasa yang nantinya akan menjadi Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Mamasa untuk kemandirian ekonomi masyarakat.

Seperti diketahui bahwa SKB Rujukan adalah SKB yang dapat dijadikan contoh atau acuan
oleh sesama SKB atau satuan PNF lain dengan kriteria: 1) sudah
berfungsi sebagai satuan PNF, 2) memenuhi 8 standar nasional
pendidikan, 3) menjalankan fungsi layanan sebagai pusat
pembelajaran (learning center), pusat penilaian/pengujian
(testing center), dan pemberdayaan masyarakat (community
development); serta 4) memiliki keunggulan dalam bidang layanan
program dan atau produk tertentu.

Keunggulan SKB rujukan dapat berupa:

1) keunggulan yang digali
dari potensi lokal, misalnya: a) keunggulan yang berbasis geografis
dan kawasan (pesisir, pegunungan, perkebunan, pertanian, dan
lainnya); b) keunggulan berbasis seni-budaya (seni ukir, pahat,
patung, tari, dan lainnya); c) keunggulan berbasis potensi ekonomi
(ekonomi pedesaan dan/atau perkotaan); atau d) basis
keunggulan lainnya sesuai lokasi SKB.

2) keunggulan yang
didasarkan pada tuntutan kebutuhan belajar masyarakat masa
sekarang dan akan datang, misalnya: a) layanan program pilihan
yang kompetitif, elit, dan prospektif untuk melanjutkan
pendidikan dan memasuki dunia kerja; b) memfasilitasi tamatan
sekolah menengah di perkotaan yang memerlukan peningkatan
kompetensi tertentu, seperti Bahasa Inggris, komputer (coding,
animasi, dan robotik), dan kompetensi lainnya yang bersertifikat;
c) melayani bimbingan karier dan dilengkapi dengan layanan
pengembangan karakter peserta didik; dan d) layanan keunggulan
lainnya yang berorientasi masa kini dan masa depan.

(Leo/MdB)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *