Sampaikan Program Kapolresta Mamuju, Kapolsek Urban Mamuju Ajak Warga Cegah Karhutla

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMUJU — Dengan menggelar Mioro Siola Di Mesjid Al-Muttaqin Maksum Dai Dusun Bambu, Tadui Mamuju, Kapolsek Urban Mamuju AKP Suhartono, mengajak serta menghimbau warga untuk dapat mencegah Karhutla Serta Mengajak Berdoa dan Dukung Satgas Karhutla Kabupaten Mamuju Cegah dan Tangani Bahaya Karhutla. Sabtu, 21 September 2019.

Dihubungi usai kegiatannya, Kapolsek Urban Mamuju AKP Suhartono mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu Program Kapolresta Mamuju AKBP Mohammad Rivai Arvan, untuk bisa bersama-sama mendukungan Satgas Karhutla Kabupaten Mamuju dengan menghimbau dan mengajak Cegah Karhutla Kepada Jemaah Sholat Dhuhur di Masjid Al-Muttaqien Maksum Dai, Dusun Bambu, Desa Tadui, Kecamatan Mamuju.

“Selain kita mengajak untuk senantiasa mendirikan sholat sebagai tiang agama dan sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Mari sebagai manusia menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya serta tolong menolong dalam hal kebaikan dan taqwa serta jangan tolong menolong dalam perbuatan keji dan mungkar. Mengajak Imam Masjid dan Pengurus Takmir Masjid untuk merencanakan dan melaksanakan Sholat Istisqo untuk mohon hujan kepada Allah Swt,”Ujarnya.

Dirinya menambahkan, sosialisasi ini terus dilakukan Mengingat situasi cuaca musim kemarau dan sempat terjadi kebakaran di Desa Bambu, Mamuju dan beberapa tempat lain di wilayah Indonesia dihimbau agar peduli dan turut menjaga untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak bakar sampah dan atau kebun serta matikan kompor selesai digunakan agar tidak memicu kebakaran.

“Pada kesempatan ini pula mari kita saling mendoakan dan menjaga silaturahim sesama warga agar hidup rukun dan tentram semoga wilayah Kecamatan Mamuju dan Kabupaten Mamuju situasi aman dan kondusif,”ucapnya.

Tak lupa dirinya juga berpesan, bagi masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan aktivitas pemkaran hutan dan lahan untuk kepentingan apapun sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu UU RI No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, UU RI No. 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan UU RI No. 39 tahun 2014 tentang Perkebunan.

“Kami ingatkan bagi masyarakat, jika terbukti melakukan pembakaran maka ancaman Pidana 15 tahun Penjara dan Denda 15 Milyar Rupiah,” Jelasnya.

Editor: Udin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *