Wakil Bupati dan  27 Dokter Kumpul Di Desa Balla Satanetean, Ini Yang Dilakukan

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMASA, RAKYATTA.CO — Bertempat di kantor Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Rabu, 16 Oktober 2019, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mamasa menggelar sejumlah kegiatan Bakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-111 tingkat Kabupaten Mamasa.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Mamasa, Pnt. Marthinus Tiranda (MT), hadir antara lain, Kadis Kesehatan Kabupaten Mamasa, dr. Hajai S. Tanga, Ketua IDI Kabupaten Mamasa, dr. Rone Dara bersama anggota IDI lainnya, Direktur RSUD Kondosapata berserta jajaran, Kades Balla Satanetean, Yusuf Rahmat bersama jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mamasa, Sumiaty Ardiansyah bersama jajaran, jajaran Pejabat Kecamatan Balla, sejumlah pengurus dan anggota PPNI dan masyarakat Balla lainnya.

Wakil Bupati Mamasa, Pnt. Marthinus Tiranda menyampaikan apresiasi kepada para dokter anggota IDI Kabupaten Mamasa atas dedikasi dan pengabdian yang tulus telah membantu masyarakat Kabupaten Mamasa. Wabup MT mengatakan Pemda dan masyarakat Mamasa sangat bersyukur mendapatkan tenaga-tenaga dokter yang begitu mencintai profesinya karena kalau gaji yang menjadi barometer pelayanan dokter maka, mereka lebih layak di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wabup mengatakan, kegiatan dokter berupa baksos yang dilaksanakan ini bukan hanya soal pengobatan gratis tetapi masyarakat perlu melihat pengorbanan para dokter yang tak pernah mengenal lelah sepanjang menjalankan profesi menolong orang. Wabup minta baksos tidak berhenti sampai disini saja tetapi terus dilakukan termasuk bagaimana menangani permasalahan stunting di daerah ini

Dalam menangani stunting kata Wabup, IDI dan organisasi seperti DWP harus menjadi rekan sekerja, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terutama kepada perempuan-perempuan Mamasa, bagaimana cara menghindari lahirnya anak yang menderita stunting.

Ketua IDI Kabupaten Mamasa, dr. Rone, menyampaikan kegiatan HBDI ke-111 tingkat Kabupaten Mamasa 2019, IDI bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten Mamasa, DWP Kabupaten Mamasa, RSUD Kondosapata’, PKM Balla dan Pemdes Balla Satanetean untuk melaksanakan sejumlah Baksos seperti Pengobatan massal termasuk skrining penderita hipertensi dan Diabetes Melitus (DM), Pemberian susu dan makanan tambahan kepada anak yang termasuk kategori stunting, Penyuluhan kesehatan tentang penyakit tidak menular (Hipertensi, DM) dan Stunting serta Stroke dan Gerakan sumbangan kacang hijau ke anak TK dan anak SD.

dr. Ronr mengatakan, peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Tahun ini mengambil thema nasional: “IDI menyehatkan Bangsa.” Thema ini ditetapkan dengan semangat untuk menggugah kembali keutuhan, kebersamaan, kesatuan dan keterpaduan antara satu anak bangsa dengan yang lainnya. Salah satu faktor penting dalam pembangunan nasional adalah pembangunan di bidang kesehatan. Sementara Pembanguan kesehatan sendiri sangat dipengaruhi oleh peran sentral dokter. Dokter adalah intelektual yang dalam menjalankan profesinya, berhadapan langsung atau berada di tengah masyarakat dengan bekal nilai profesi yang menjadi kompas dalam segala tidakannya. Nilai profesi tersebut antara lain kemanusiaan, etika dan kompetensi.

Pada saat ini kata dr. Rone, pengabdian dokter mesti diwujudkan dalam profesionalisme, yang
didorong oleh IDI sebagai organisasi profesi. Di Mamasa IDI terbentuk tahun 2011 dengan anggota 27 dokter, pengabdian profesi pada masyarakat mesti terus dilakukan dalam berbagai bentuk salah satunya dengan cara melakukan aktivitas-aktivitas sosial dalam peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI), seperti yang kita laksanakan pada saat ini.

“Stunting dan penyakit tidak menular masih menjadi fokus utama penanggulangan masalah kesehatan di Indonesia oleh karena itu, dalam Peringatan HBDI tahun ini,
dengan tema IDI menyehatkan Bangsa, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh IDI berkaitan dengan penanggulangan masalah kesehatan tersebut.” pungkasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Mamasa, dr. Hajai S. Tanga, mengatakan kegiatan ini digelar di Desa Balla Satanetean sebagai bentuk tindaklanjut kegiatan pencegahan stunting yang dilakukan di desa ini sebelumnya seperti launching Kelas Pengantin Sehat dan juga sebagai bentuk dukungan kepada Pemdes Desa Balla Satanetean yang sangat serius melakukan kegiatan pencegahan stunting dan masalah kesehatan masyarakat lainnya.

Kades Desa Balla Satanetean, Yusuf Rahmat mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih kepada IDI atas kegiatan Baksos ini karena telah membantu masyarakat. Disebutnya pihaknya saat ini memang sedang memberi perhatian serius terhadap kesehatan masyarakat dan yang dilayani bukan hanya warga Desa Balla Satanetean tetapi juga telah mengundang warga desa lainnya di Kecamatan Balla.

Sesuai pantauan, kegiatan baksos ini dibuka sekitar pukul 08.00 wita dan rangkaian kegiatan berlangsung sampai sore hari (16/10). (Leo/MdB)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *