Wabup Launching Pemberian Sertifikat Imunisasi, Penting!  Kedepan Jadi Syarat Masuk Sekolah

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMASA, RAKYATTA.CO — Upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terus digenjot Pemda Mamasa. Salah satu kegiatannya dilakukan lewat kesehatan masyarakat yakni peningkatan cakupan imunisasi dengan Masarrin atau Masyarakat Sadar Imunisasi.

Gerakan Masarrin diawali dengan Launching Pemberian Sertifikat Imunisasi oleh Wakil Bupati Mamasa, Pnt. Marthinus Tiranda, S.IP., yang dilaksanakan di Desa Sadar Wisata Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa pada hari Jumat, 25 Oktober 2019, yang ditandai dengan Penerbangan Balon

Dilanjutkan Penandatangan Piagam Kerjasama antara Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan tentang penggunaan Sertifikat Imunisasi sebagai syarat masuk PAUD/TK, dan Penyerahan Sertifikat Imunisasi kepada perwakilan anak yang sudah lengkap imunisasinya serta penyerahan Piagam Penghargaan kepada Desa yang sudah mencapai Universal Child Immunisation (UCI) yaitu capaian imunisasi dasar diatas 80% yakni Kelurahan Mamasa, Desa Mambulilling, Tondok Bakaru, Pebassian, Bombong Lambe’, Bubun Batu, Taupe, Buntubuda dan Desa Rambu Saratu.

Hadir antara lain, Pnt. Martinus Tiranda , Wakil Bupati Mamasa, Forkopimda, Sri Suryanti S.Km Kes., Deputi II Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Gertrudis Tandy, MKM., Subdit Imunisasi, Direktorat Survailans dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementrian Kesehatan, Arruan Langi Tiranda, Wakil Ketua Tim PKK Kabupaten
Perwakilan DWP Kabupaten Mamasa, Para Camat, Kapus, Lurah dan Desa, Toga, Todat, Tomas dan Para Kader Kesehatan serta undangan lainya

Wakil Bupati Mamasa, Pnt. Marthinus Tiranda dalam sambutannya mengatakan, Launcing Pemberian Sertifikat Imunisasi ini dapat menjawab salah satu kebutuhan dasar buat anak-anak kita dimana imunisasi merupakan hal penting untuk memberikan kekebalan tubuh secara buatan dengan pembentukan antibodi untuk melindungi dan mengurangi keparahan penyakit tertentu.

Lanjutnya, Karena imunisasi bertujuan untuk melindungi anak terhadap penyakit tertentu maka selaku Pemda menitipkan beberapa hal yakni:

1. UUD 45 sangat jelas pasal 28 B ayat 2 berbunyi setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Ini sangat jelas sehingga diharapkan semua petugas kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat teramat lebih anak-anak kita supaya tidak ada yang terlewatkan untuk imunisasi. Kalau ada yang kelewatan itu berarti Dinas terkait atau semua petugas tidak melaksanakan UU Kesehatan nomor 36 Tahun 2009 mengamanatkan setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan.

2. Saat ini kita akan launching, saya berharap agar kegiatan ini jangan hanya menjadi seremonial saja tetapi betul-betul dilanjutkan dan dilaksanakan di 17 Kecamatan 181 desa dan kelurahan di Kabupaten Mamasa. Untuk pastikan semua anak-anak mendapatkan imunisasi rutin lengkap dengan “Massarrin” (Masyarakat Sadar Imunisasi)

3. Kepada seluruh petugas agar memberikan sertifikat imunisasi rutin lengkap kepada anak-anak kita yang sudah diimunisasi sehingga dapat dijadikan alat kontrol serta dapat digunakan ketika mereka masuk TK/PAUD dan Sekolah Dasar.

Dr. Gertrudis Tandy, MKM, Subdit Imunisasi Direktorat Survailans Dan Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemda Mamasa beserta lintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi bagi suksesnya program imunisasi di Kabupaten Mamasa.

Dr. Gertrudis Tandy memaparkan bahwa program imunisasi terbukti telah berhasil menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I diseluruh dunia. Di Indonesia, berkat program imunisasi, setiap tahun sekitar 2 sampai 3 juta anak Indonesia dapat dicegah dengan kematian oleh karena penyakit menular, yaitu tuberkolosis, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, polio, campak, serta pneumonia dan meningitis yang disebabkan infeksi haemophilus influenzae tipe B.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, tidak heran jika program imunisasi dipandang sebagai salah satu intervensi kesehatan yang paling efektif dan efisien. Namun, ternyata pada tahun 2014-2016, di Indonesia masih ada sekitar 1 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali dan lebih dari 300 ribu anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Masalah ini merupakan tantangan bersama untuk mengatasi dan menyikapinya yang salah satu penyebabnya adalah masih ada penduduk di daerah tertentu yang belum dapat menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan termasuk imunisasi. Masalah ini dilatarbelakangi antara lain, penyebarluasan informasi tentang pentingnya imunisasi yang masih harus ditingkatkan, adanya isu negatif atau isu kontroversial terkait imunisasi yang disebarluaskan oleh kalangan tertentu serta komitmen dan dukungan dari jajaran Pemda bagi suksesnya Program Imunisasi.

Lanjut dr. Gertrudis, pelaksanaan Program Imunisasi diamanatkan oleh UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kedua UU tersebut antara lain mengamanatkan bahwa imunisasi adalah hak anak sehingga orang tua, keluarga, masyarakat, Pemerintah Pusat serta Pemda wajib untuk melakukan upaya pemeliharaan kesehatan anak termasuk pemberian imunisasi.

Karena itu, dr Gertrudis atas nama Kemenkes RI, menyambut baik launching imunisasi di Kabupaten Mamasa dengan harapan, dilaunchingnya sertifikat imunisasi bagi anak-anak yang sudah diimunisasi lengkap di Kabupaten Mamasa dapat dijadikan sebagai salah satu kelengkapan administrasi untuk masuk TK/PAUD, cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat dicapai.

“Semoga dengan adanya sertifikat imunisasi ini bermanfaat untuk memotivasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat Mamasa untuk mau dan mampu memperjuangkan hak-hak kesehatan anak-anak, termasuk hak mendapatkan imunisasi lengkap demi terwujudnya Mamasa yang sehat, Indonesia yang sehat, bermutu, produktif dan berdaya saing” harap dr. Gertrudis.

Kadis Kesahatan Kabupaten Mamasa, dr. Hajai S. Tanga, M.Kes.,mengatakan tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi rutin lengkap. Masyarakat Sadar Imunisasi (Masarrin) sebagai gerakan “bersih” dimana diharapkan tidak ada lagi anak diwilayah Kabupaten Mamasa yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

Melalui peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dengan memberikan motivasi kepada masyarakat berupa sertifikat imunisasi bagi masyarakat yang sudah lengkap imunisasinya dan pemberian piagam penghargaan bagi Desa yang sudah mencapai UCI sehingga menjadi motivasi bagi lurah dan kades untuk terus mendorong masyarakat mereka melakukan imunisaai.

Kadis Hajai berharap adanya Peraturan Bupati (Perbup) tentang penggunaan sertifikat imunisasi sebagai persyaratan wajib dalam menerima siswa/siswi PAUD/TK yang menjadi penguatan berkelanjutan inovasi ini. Dengan demikian imunisasi menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat dalam hal ini orang tua karena sudah menjadi persyaratan dalam penerimaan siswa/siswi baru ditingkat PAUD/TK.

“Dengan demikian diharapkan akan meningkatkan cakupan imunisasi dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Mamasa” harap Hajai. (Leo/MdB)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *