Desa Balla Satanetean Wakili Mamasa Lomba KG PKK KKBPK-KES Tingkat Provinsi Sulbar

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMASA, RAKYATTA.CO — Tim penilai Lomba Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kesehatan (KG PKK KKBPK-KES) tingkat Provinsi Sulbar, Kamis, 14 November 2019, melakukan berifikasi lapangan di Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulbar.

Kedatangan tim yang dipimpin oleh Hj. Rosmiani, SE., M.Kes., bersama anggota yakni Drs. Suwahru, Nasrullah, SKM., M.Si.,dan endrawaty Amra, S.ST., disambut hangat oleh Kadis Pengendalian Penduduk dan KB, Frans Kila mewakili Bupati Mamasa, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Nurmawati Harianja bersama pengurus lainnya, Camat Balla dan Kades Balla Satanetean bersama Ketua TP PKK Desa Balla Satanetean bersama jajarannya di Kantor Desa Balla Satanetean.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam sambutannya, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Nurmawati Harianja mengatakan, Desa Balla Satanetean dinyatakan mewakili Kabupaten Mamasa untuk lomba tingkat Provinsi Sulbar karena berhasil menjadi pemenang lomba pada tingkat Kabupaten Mamasa yang diikuti oleh 25 Kampung KB di seluruh Kabupaten Mamasa yang menjadi peserta PKK KKBPK-KES tingkat Kabupaten. Penilaian dimaksudkan untuk kesejahteraan masyarakat dalam hal derajat kesehatan, pendidikan dan pendapatan perkapita.

Sementara itu, ketua tim penilai lomba KG PKK KKBPK-KES tingkat Sulbar Hj. Rosmiani, SE., M.Kes.,mengatakan,program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diarahkan untuk mewujudkan Nawacita diantaranya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah- daerah dan desa dalam rangka Meningkatkan kualitas hidup manusia serta melakukan revolusi karakter bangsa.

Lanjutnya, Lomba Kesatuan Gerak PKK PPBPK-KES ini merupakan program pembangunan yang salah satu esensinya adalah implementasi dari delapan fungsi keluarga. Artinya program kegiatan KG PKK PPBPK-KES dengan Kampung KB sangat tepat dan diharapkan memiliki daya ungkit yang tinggi untuk keberhasilan program KG PKK PPBPK-KES.

“Program KG PKK PPBPK-KES ini merupakan program dasar pembangunan yang menjadikan keluarga sebagai sasaran utama. Untuk itu terima kasih kepada Kader PKK ini merupakan ujung tombak yang mampu memberdayakan masyarakat dan berpartisipasi dalam mensejahterakan masyarakat dan keluarga melalui 10 program Pokok PKK.

Kepala Desa Balla Satanetean, Yusuf Rahmat, dalam sambutannya memaparkan profil Desa Balla Satanetean di Visinya adalah Mewujudkan Desa Balla Satanetean Menuju Desa Mandiri, Sehat, Aman dan Sejahtera, dengan misi memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan ekonomi warga serta peningkatan SDM melalui pendidikan formal maupun informal, mendorong peningkatan hasil pertanian dan perkebunan melalui pemanfaatan teknologi pertanian, meningkatkan derajat hidup masyarakat melalui program-program kesehatan dan meningkatkan dan mengelola PADes melalui BUMDes, Industri Pariwisata Desa dan Industri Rumah Tangga dan mewujudkan Pemerintah desa yang baik dan bersih.

Implementasi misi tersebut telah terbangun rabat beton sepanjang 6.547 meter, Talud sepanjang 542 meter, pembangunan jaringan air bersih sepanjang 10.307 meter, pembangunan jamban sebanyak 37 unit, pembangunan jembatan sebanyak 1 unit, perkerasan jalan sepanjang 485 meter, pembangunan saluran irigasi sepanjang 260 meter, mesin giling 1 unit, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lain yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan ekonomi yang bekerjasama dengan berbagai lembaga mitra baik keagamaan, sosial maupun pemerintah.

Khusus tahun 2019, Kades Yusuf Rahmat menyebut ada progres kegiatan dari dana bantuan non DD berupa pembangunan aula, Rabat beton, Penanaman jagung, internet desa dan kegiatan pemberdayaan untuk pencegahan stunting serta penerapan teknologi pertanian untuk peningkatan produksi.

Mewakil Bupati Mamasa, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB, Frans Kila berharap seluruh desa di Mamasa melakukan terobosan demi lompatan-lompatan kemajuan di desa seperti yang digenjot di Desa Balla Satanetean.

Membantu Memahami Kampung KB

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB di seluruh Nusantara telah menghasilkan ratusan Kampung KB.

Kampung KB merupakan salah satu “senjata pamungkas” baru pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang jarang “terlihat” oleh pandangan pemerintah.

Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Prinsipnya Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk, kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya.

Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dapat ditelusur melalui berbagi indikator yang merupakan pencerminan dari pelaksanaan delapan fungsi keluarga. Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga. Dalam PP disebutkan delapan fungsi keluarga meliputi (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi social budaya, (3) fungsi cinta kasih, (4) fungsi perlindungan, (5) fungsi reproduksi, (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, (7) fungsi ekonomi dan (8) fungsi pembinaan lingkungan.

Kampung KB juga merupakan wujud dari pelaksanaan agenda prioritas pembangunan Nawacita ke 3, 5, dan 8. Nawacita ketiga yaitu yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Nawacita kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta Nawacita kedelapan yaitu melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Kampung KB menjadi program inovatif yang strategis dalam mengejawantahkan program KKBPK secara paripurna di lapangan. Pasalnya, Kampung KB menjadi model atau miniatur pembangunan yang melibatkan seluruh sektor di masyarakat.

Kampung KB merupakan Satuan wilayah setingkat RW, dusun atau setara yang memiliki kriteria tertentu dimana terdapat keterpaduan program KKBPK yang dilakukan secara sistemik dan sistematis.

Selain itu, manfaat Kampung KB selain bisa mengentaskan kemiskinan, juga mendekatkan pembangunan kepada masyarakat. Intinya program ini melibatkan semua sektor pembangunan. Dengan kata lain, Kampung KB tak hanya berbicara soal membatasi ledakan penduduk, tapi juga memberdayakan potensi masyarakat agar berperan nyata dalam pembangunan.

Manfaat lain adalah membangun masyarakat berbasis keluarga, menyejahterakan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pelaksanaan integrasi program lintas sektor. Pembangunan lintas sektor dan kemitraan melibatkan peran bernagai pihak seperti swasta, provider, dan pemangku kepentingan lainnya.

Integrasi lintas sektor berupa pelayanan terpadu antar sektor yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti pelayanan KB, pelayanan pembuatan akta, pembangungan jalan dan jembatan, pembuatan ktp, pendiaan buku-buku bacaan, posyandu, PAUD, P2WKSS, dll.

(Leo/MdB)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *