SPNF SKB Mamasa Gelar Diskusi Terpumpun, Sekaligus Program Unggulan “Roasting Coffee”.

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMASA, RAKYATTA.CO — Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Mamasa menggelar Diskusi Terpumpun tentang SKB Kabupaten Mamasa menuju SKB Rujukan dan Kegiatan Pembukaan Program Unggulan “Roasting Coffee”.

Kegiatan berlangsung di Aula Kampus SKB Kabupaten Mamasa, Tatoa, Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa,Sulbar, Selasa (10/12), dan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa, H. Tutug Widodo.

Hadir antara lain, Kepala Balai BP PAUD Sulbar, Andi Rusdi, Camat Mamasa, Abd. Rahman, R. Betty DS dari Yayasan Garam Dunia, Utusan dari sejumlah OPD, DWP, PKK, Pamong, Tutor dan staf SPNF SKB.

Dengan menghadirkan Pemateri dalam diskusi terpumpun ini, R. Betty DS dari Yayasan Garam Dunia, Kepala Balai BP PAUD dan Dikmas Sulbar, Andi Rusdi dan Camat Mamasa, Abd. Rahman. Pada kegiatan ini juga didemonstrasikan cara Roasting Coffee oleh Rifki dari Koperasi Marabica Mitra Global Sumarorong.

Sekretaris Dinas Pendidikan Mamasa, H. Tutug Widodo dalam kesempatan ini mengajak para pamong untuk bergerak bersama, berani berinovasi untuk menciptakan hal-hal baru karena sekarang ini harus dilakukan perubahan paradigma.

Sementara Kepala Balai BP PAUD Sulbar, Andi Rusdi, memberi apresiasi atas inovasi-inovasi yang dilakukan di SKB Mamasa, dirinya juga merasa bangga karena SKB Mamasa merupakan satu dari 25 SKB di Indonesia yang menjadi SKB Rujukan atau model untuk SKB lainnya dalam pengembangan SDM, pemanfaatan SDA dan pengembangan kompetensi.

Ditempat yang sama, Kepala SKB Mamasa, Musrah Mula mengatakan, untuk mengembangan SKB Mamasa perlu sentuhan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Mamasa seperti PUPR, Pariwisata, Komperindag dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan lainnnya.

Menjadi SKB Rujukan kata Musrah Mula, harus dapat dijadikan contoh atau acuan oleh sesama SKB atau satuan PNF lain dengan kriteria diantaranya berfungsi sebagai satuan PNF. Dan memenuhi 8 standar nasional pendidikan.

“Fungsi layanan ini nantinya, akan menjalankan fungsi layanan sebagai pusat pembelajaran (learning center), pusat penilaian/pengujian (testing center), dan pemberdayaan masyarakat (community development), serta memiliki keunggulan dalam bidang layanan program dan atau produk tertentu. Dan Saat ini, SKB Mamasa memiliki program unggulan yaitu roasting atau sangrai kopi,”Pungkasnya. Leo/MdB

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *