Kolaborasi Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020, Kadivpas : Kita Harap Kualitas Layanan Pemasyarakatan Meningkat

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMUJU, RAKYATTA — Peningkatan layanan dilembaga pemasyarakatan dibawah naungan dirjen pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM semakin ditingkatkan. Hal itu dibuktikan dengan komitmen pencapaian target dalam resolusi pemasyarakatan tahun 2020.

Dalam Gathering Media yang diselenggarakan di Rutan Kelas IIB Mamuju, Kamis (27/02/2019), Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sulbar, Elly Yuzar memaparkan sejumlah target yang akan dicapai Lapas yang di naunginya

“Kami berharap dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan ada peningkatan mutu layanan kepada masyarakat maupun warga binaan yang berada di Sulbar, utamanya dalam mencapai WBK WBBM” ungkap Elly Yuzar membuka kegiatan gathering media itu.

“Lapas harus mampu menjadi wilayah yang bebas korupsi (WBK) dimana tidak ada lagi sogok menyogok atau tindakan serupa dalam berbagai hal, Kami selalu menyelenggarakan pemasyarakatan yang lebih bermartabat” lanjutnya

Tahun 2020 ini sejumlah Narapidana akan menerima remisi sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Ia pun menggambarkan bahwa kondisi napi yang berada di Sulbar seluruhnya dalam kategori baik.

Terdapat 871 orang Napi yang berada di Sulbar, dari jumlah tersebut sebanyak 412 orang merupakan Napi dengan kasus Narkoba. Hal tersebut juga menggambarkan kondisi secara nasional untuk tingkat kasus yang ada di Indonesia.

“Kami di Sulbar ditarget untuk melakukan rehabilitasi bagi warga binaan pecandu narkoba, tahun ini sebanyak 100 orang akan kami rehab yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIb Polewali mandar. Diharapkan setelah keluar dari sana eks warga binaan itu terbebas dari narkoba dan menjadi pioner ke teman-temannya untuk menjauhi Narkoba,” papar Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sulbar itu.

Proses rehabilitasi akan dilakukan sesuai standar WHO dimana akan melibatkan berbagai sektor mulai dari Kemensos, Kemenkes, tokoh agama dan lainnya yang terintegrasi untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.

Disamping penyediaan rehabilitasi untuk narkoba, ia juga turut memaparkan pelayanan kepada warga binaan yang diantaranya dengan pemenuhan gizi dari makanan yang telah diatur siklus menunya.

“Meskipun beberapa lapas kita, seperti lapas Mamuju menagalami over kapaitas tapi saya pastikan tidak terjadi Overcrowding, artinya para Warga Binaan masih leluasa didalam selnya tidak menumpuk maupun sempit,” lanjut Elly Yuzar

“Kami juga pastikan tidak akan terjadi penularan penyakit didalam Lapas oleh warga binaan. Hal ini juga kami telah antisipasi, jika ada warga binaan yang mengidap penyakit menular maka akan dikarantina atau diberi perhatian khusus agar penyakitnya tidak tersebar didalam lapas,” tambahnya.

Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sulbar itu juga menargetkan akan memberi pelatihan-pelatihan keterampilan kerja yang disertifikasi agar para warga binaan yang bebas nanti dapat memperoleh pekerjaan yang layak.

“Tahun ini ada 11 pelatihan yang kami laksanakan, diantaranya montir, teknisi AC/pendingin, pengelasan, bahkan kami targetkan akan membuka keterampilan mengolah lahan pertanian yang saat ini kesiapan lahannya masih kami koordinasi dengan Pemda dan tokoh masyarakat yang ada di Sulbar,” terang Elly.

Bentuk keterampilan dan hasil prakarya para warga binaan pun telah dirasakan oleh masyarakat Mamuju, mulai dari hasil kerajinan tangan, benda seni, hasil keterampilan pengelasan bahkan olahan kuliner.

“Tahun ini untuk lapas Kelas IIb Mamuju kami menargetkan PNBP senilai Rp 10 juta melalui hasil keterampilan warga binaan yang keuntungannya akan disetor ke negara. Diharapkan melalui kegiatan tersebut Napi dapat lebih produktif,” pungkasnya. (iqb)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *