Gelar Ratas Penanggulangan Corona, Bupati Mamuju : “Tetap Waspada & Jangan Panik”

  • Whatsapp
banner 468x60

MAMUJU, RAKYATTA.CO — Menyikapi Issu penyebaran virus corona pemerintah Kabupaten Mamuju tak ingin gegabah, lewat pertemuan terbatas dengan sejumlah Dokter dan tenaga kesehatan diruang kerja Bupati (Rabu, 4 Maret 2020).

Bupati Mamuju H.Habsi Wahid meminta agar instansi teknis segera membuat surat edaran yang isinya memuat himbauan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus covid-19 (corona). Ia berharap edaran yang akan dipublis kemasyarakat tidak membuat masyarakat menjadi panik.

Habsi menitik beratkan isi edaran lebih ditekankan pada cara mencegah serangan virus corona, sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyakit menular yang gejalanya sangat mirip dengan flu biasa tersebut.

“Untuk langkah represif, pemerintah daerah tidak boleh gegabah yang justru dapat memicu keresahan dan merugikan berbagai pihak. Kita harus tetap waspada tapi jangan panik,” imbuh Habsi.

Secara medis, dr. Arief Nahrul Badri, M.Kes menjelaskan virus corona sangat mirip dengan flu biasa hanya yang membedakan virus covid-19 ini lebih cepat penularannya. Visualisasi penderita corona yang banyak tersebar di sosial media dimana menggambarkan banyaknya orang terserang langsung mati mendadak, ia menjelaskan kondisi tersebut tidak benar.

“Kondisi itu tidak benar karena serangan virus corona sebagaimana virus lain pada umumnya memiliki masa inkubasi hingga 14 hari sejak terdampak, sehingga masih sangat besar kemungkinan penderita dapat disembuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tidak semua penderita flu sudah pasti kena corona, jadi jika ada gejala flu, tidak perlu panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat, kurangi beraktifitas ditempat yang ramai, dan saat terserang gejala flu atau sakit menular lainnya gunakan masker dan patuhi etika batuk atau bersin

“Yang paling perlu diwaspadai adalah mereka yang terserang gejala flu dan baru datang dari luar negeri terlebih yang telah ada kontak langsung dengan penderita, jika ditemukan kasus demikian segera laporkan ke pusat kesehatan terdekat,” pungkas dokter spesialis THT RSU Mamuju itu. (hms/iqb)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *