BPKP Pertanyakan Proyek Provinsi

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang — Proyek pekerjaan kegiatan peningkatan preservasi jalan ruas Solo, Peneki, Kulampu di Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo dipertanyakan oleh elemen masyarakat.

Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) Wajo, yang mempertanyakan proyek yang dikerjakan PT Rahmat Utama Mulia senilai Rp13 miliar pada 2019 itu.

Itu karena diduga pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan kualitas pekerjaan dan RAB. Belum cukup setahun, sudah ditemukan ada kerusakan.

Ketua BPKP Wajo, Andi Sumitro menilai proyek dengan volume 2 km bernomor 602.2/1720/DBMK melalui anggaran APBD Provinsi Sulsel, Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sulsel, waktu pelaksanaan sampai Desember 2019 ini, sangat patut untuk dipertanyakan.

“Sejumlah indikasi kejanggalan saat kami turun memantau di lapangan. Kami mengecek kondisi pekerjaan banyak yang tampak secara kasat mata mengindikasikan tidak sesuai mutu yang seharusnya,” ungkap Andi Sumitro.

Karena itu, dia meminta kepada institusi penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan bahkan hingga Kejati dan Polda Sulsel, untuk melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap proyek tersebut.

“Ini biar bisa jelas dan tidak menimbulkan adanya kesan dan indikasi yang dapat merugikan keuangan negara. Agar asas manfaat dari proyek tersebut betul-betul bisa dirasakan masyarakat,” desak Sumitro.

Bahkan jika tidak ada respons di tingkat provinsi, Sumitro akan menyurat langsung ke pusat untuk meminta perhatian atas proyek tersebut. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *