Gruduk DPRD Wajo Warga Pertanyakan Proyek Jalan Hotmix Callaccu – Tingaraposi & Nilai Truk Pengangkut Material Proyek Diduga Jadi Penyebab Kerusakan Jalan

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang — Pekerjaan peningkatan jalan hotmix sepanjang 2 Kilometer di Tingarafosi yang dikerjakan oleh PT Bina Konstruksi Utama ternyata membuat masalah baru bagi sebagian warga Callaccu, Kecamatan Maniangpajo.

Pasalnya, truk pengangkut material proyek yang lalu lalang dinilai melebihi kapasitas muatan, yang diduga sebagai salah satu jadi penyebab yang menimbulkan kerusakan jalan yang dilalui angkutan material tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ardi dari LMRRI Kabupaten Wajo, yang mendampingi warga, menyampaikan aspirasi di DPRD Wajo, Senin 20 Oktober 2020.

Menurut Ardi, warga sangat mendukung program Bupati Wajo untuk membangun jalan, hanya saja, jangan karena mengerjakan jalan lain, tapi justeru merusak jalan yang sudah bagus.

Katanya, truk pengangkut material proyek yang melewati jalanan menuju ke lokasi proyek, muatannya over kapasitas, diperkirakan muatannya 6 ton sampai 8 ton.

“Jangan karena membangun proyek yang panjangnya 2 kilometer lebih, tapi merusak jalanan yang dilalui sepanjang 9 kilometer,” ujar Ardi.

Penggiat anti korupsi ini, menyebut, warga keberatan dengan kendaraan yang digunakan kontraktor memuat material, bobotnya melebihi kapasitas sementara tebal jalanan aspal hanya 5 cm.

Lanjutnya, jalanan yang dilalui mulai dari pintu gerbang menuju bendungan sudah mengalami kerusakan parah.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak kontraktor, alasannya akan diperbaiki setelah proyek selesai dengan menimbunnya, tapi kami tolak, karena kalau hanya ditimbun tanah dan turun hujan maka akan berlubang lagi, seperti kubangan kerbau,” jelasnya.

Ardi juga mengancam, akan menutup jalan bersama dengan warga, apabila kontraktor tidak mau memenuhi tuntutan warga untuk memperbaiki jalan yang rusak, atau pemerintah tidak bersedia menganggarkannya pada tahun 2021.

Tim penerima aspirasi DPRD Wajo, Drs H.Ridwan Angka, mengapresiasi kedatangan warga yang datang untuk menyampaikan aspirasi. Katanya, kedatangan warga ke DPRD adalah langkah yang benar, karena ini adalah rumah rakyat.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan para aspirator, selaku penerima aspirasi kami akan menerimanya dan akan kami lanjutkan ke pimpinan DPRD,” ujarnya.

Asri Jaya Latif, tim penerima aspirasi lainnya, mengatakan, masalah ini, harus segera diatasi, kalau dibiarkan akan menambah kerusakan jalanan.

Katanya, kapasitas muatan truk yang berlebih bisa merusak, sebelum bertambah parah harus segera dicarikan solusi.

“Kita harus Carikan solusi, masyarakat tidak boleh dirugikan, dan kontraktor juga bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu,” ujarnya.

Ketua Komisi 3 DPRD Wajo, Taqwa Gaffar, yang ikut mendampingi tim penerima aspirasi, berjanji akan segera menindaklanjuti pengaduan warga.

Taqwa berencana turun ke lokasi besok bersama dengan Kadis PU untuk meninjau langsung kegiatan kontraktor.

“Insyaallah besok saya bersama dengan Kadis PU ke lokasi. Biar Kadis PU yang panggil PPK dan kontraktornya, mudah mudahan ada solusinya,” ujarnya.

Taqwa juga memberikan warning agar pihak kontraktor menghentikan pengoperasian truk besar yang melebihi kapasitas muatannya.

“Saya harap kontraktor, menghentikan pengoperasian mobil besar yang kapasitasnya melebihi muatan,” tegas Taqwa.

Laporan: Andi Erwin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *