Bicara Soal Proyek, Depag Wajo Terkesan Tutup Akses Informasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang, Wajo — Pihak Departemen Agama (Depag) Kabupaten Wajo terkesan agak tertutup soal akses informasi publikasi yang berkaitan dengan program kegiatan pelaksanaan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan sejumlah paket proyek yang terlaksana tahun 2020 ini. 

Pasalnya pihak terkait dan berkompeten untuk memberikan akses informasi atau yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek kegiatan yang sifatnya dalam bentuk rehab ataukah bangunan baru lingkup Depag Wajo itu sangat tertutupi dan akses untuk itu sangat sulit didapatkan.

Bahkan terhadap awak media pun dan lembaga swadaya masyarakat (LSM)  pun sangat sulit untuk mendapatkan informasi perihal tersebut diatas. 

Andi Sumitro Ketua aktivitis lembaga dari badan pemantau dan kebijakan publik (BPKP) Kabupaten Wajo mengungkapkan hal tersebut dan sangat menyanyangkan sikap Depag Wajo yang terkesan menutul nutupi akses publikasi publik terkait dengan kegiatan program pelaksanaan proyek, apalagi ini menggunakan uang negara yang patut diketahui atapun diawasi segala bentuk kegiatan dan pelaksananya dilapangan sebagai bentuk keterbukaan publik. 

“Ini tentu sangat disayagkan dan bertentangan denga aturan keterbukaan publik apalagi kalau seorang awak media atau profesi jurnalis dan itu jelas melanggat uu pers no 40 tahun 1999”.Sesalnya

Tak hanya itu, ini juga tentu menimbulkan spekulasi beragam, kok akses informasi ditutupi jangan jangan ada permainan atau hal yang sengaja ditutupi berkaitan dengan tersebut dan ini perlu ada perhatian dan pengawasan institusi penegak utamanya terhadap kegiatan proyek lingkup Depag dan perlu diawasi pekerjaan dan dimonitoring. Tambahnya

Terpisah awak media online yang bertugas di Kabupaten Wajo yakni muin dan juga andi turut merasakan kekecewaan terhadap instansi Depag Wajo,  pasalnya beberapa kali dicoba untuk menemui Ka Depag ataupun pihak humas Depag dan juga selaku ppk pada kegiatan disalah satu pekerjaan proyek bangunan kantor KUA yang berada di Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo tak satupun pihak yang bisa ditemui atau bisa memberikan akses publik informasi yang berkaitan dengan hal tersebut diatas. 

Berapa kali dicoba baik untuk ditemui dan dihubungi melalui telepon selulernya selalu beralasan belum sempat dan masih sibuk kegiatan alasanya dan sampai Selasa 20 Oktober 2020 masih dengan hal dan alasan yang sama. Ucap Andi dan Muin dengan nada kecewa.

Sementara Ka Depag Wajo,  Haji Anwar Amin melalui bagian Humasnya pak Jamaluddin dan juga pak Azis selaku ppk dalam kegiatan pekerjaan tersebut juga belum berhasil ditemui dan dimintai keterangan hingga saat ini dan begitupun juga saat dicoba untuk dimintai tanggapan ataupun klarifikasi melalui selulernya juga tak berhasil mendapatkan jawaban. 

Sekedar diketahui salah satu, Proyek pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, Kantor  Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan Belawa, yang berlokasi di kelurahan Macero, Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo, menuai sorotan.

Proyek pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji, KUA Belawa tersebut menelan biaya sekitar 700 juta lebih, dari APBN / SBSN 2020, dengan dasar bangunan satu tingkat. Dan di kerjakan CV. ILHAM JAYA ABADI dan Konsultan Pengawas CV. MAHADAYA CIPTAN CONSULTANT.

Dimana diindikasi nilainya yang sangat fantastis juga bangunan dari pada pondasi berongga, sehingga di duga pondasi tersebut tidak kuat serta diindikasi kwalitas dan mutu pekerjaan tidak sesuai dengan juknis dan rab nya.

Terpisah Ketua Komisi lV DPRD Wajo,  AD Mayang tentu sangat menyanyangkan hal tersebut dan seharusnya instansi Depag Wajo bisa terbuka dan memberikan informasi yang berkaitan dengan hal tersebut dan sebagai bentuk implementasi keterbukaan informasi publik.Ucapnya

Laporan: Andi Erwin

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *