BPKP Kembali Pertanyakan Proyek Beton Macero Belawa 

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 468x60

Sengkang,  — Hasil kwalitas lanjutan pekerjaan proyek jalan beton Macero Kecamatan Belawa Kabupaten Wajo kini kembali dipertanyakan oleh lembaga badan pemantau dan kebijakan publik (BPKP) terkait dengan soal kwalitas dan mutu serta material dan campuran yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.

Pasalnya pekerjaan tersebut sebelumnya sempat menuai sorotan dari beberapa kalangan dan media terhadap kwalitas dan mutu serta campuran bahan yang digunakan dalam pekerjaanya baik soal pekerjaan pengecoran jalan beton dan juga pondasi talud jalan tersebut yang sebelumnya sempat diragukan dan diminta dilakukan pembongkaran ulang untuk diperbaiki disejumlah ruas jalan tersebut oleh pihak PPK dan juga hasil dari tinjauan kunjungan anggota komisi lll DPRD Wajo dan juga dari hasil monitoring pihak Kejaksaan Negeri Sengkang, Wajo baru baru ini.

Ketua BPKP Wajo,  Andi Sumi melalui pesan release yang dikirimkan ke redaksi media mengatakan kalau perbaikan pekerjaan terhadap proyek ini harus terus mendapat perhatian dan pengawasan dari semua kalangan dan pihak baik masyarakat, lembaga lsm dan juga institusi penegak hukum baik kejaksaan dan kepolisian.

Hal ini tentu dianggap perlu karna jangan sampai kembali terulang hal yang sama dan tetal saja kembali ditemukan nantinya kwalitas dan mutu pekerjaan yang jauh dari harapan mutu kwalitas yang sesuai dan seharusnya sesuai yang tertera dalam kontrak dan rab nya.

Jujur kami masih ragukan hal itu dari segi kwalitas dan mutunya serta campuran bahan material yang digunakan, apalagi pekerjaan ini kan tidak dibongkar total dan hanya diperbaiki sebagian dititik saja yang kemarin ditemukan adanya kerusakan saja bukan semuanya diperbaiki atau dikerja ulang.

“Ini harus terus diawasi dan dipantau betul dan kami akan kembali mengecek kembali ke lapangan melihat lansung hasilnya dan dari segi mutu kwalitas serta bahan campuran yang digunakan”. Tegasnya

Sebelumnya Komisi III DPRD Wajo tegas meminta agar rekanan pelaksana dibayar sesuai dengan kualitas pekerjaan. Jika kwalitas tidak sesuai diharapkan, maka jangan dibayarkan sesuai kontrak.

Salah satu proyek dimaksud adalah rabat beton ruas Jalan Macero–Ujungkessi, Kecamatan Belawa, Wajo. Bahkan proyek senilai Rp6,4 miliar lebih dari APBD Wajo ini.Proyek ini dikerjakan rekanan PT Adi Cipta Utama Karya asal Parepare terhitung mulai 26 Juni 2020 dan selesai 26 Desember 2020.

Ketua Komisi lll DPRD Wajo, Taqwa Gaffar mengatakan, proyek ini akan menjadi atensi khusus DPRD utamanya Komisi III.

“Komisi lll khususnya tentu akan mengawasi dan melakukan pemantauan terhadap beberapa proyek jalan yang berjalan saat ini, termasuk proyek jalan beton Macero Belawa itu,” ungkap Taqwa Gaffar.

Sebagai mitra kerja, dia meminta agar Dinas PUPR Wajo menguji laboratorium hasil pekerjaan jalan beton itu dan mengumumkan secara transparan. Dia juga meminta agar anggaran dibayarkan sesuai dengan kualitas pekerjaan rekanan bersangkutan.

Sebelumnya Kadis PU Wajo, Andi Pameneri mengaku, sejak 24 Agustus 2020 sudah menginstruksikan PPK fisik dan PPK pengawasan untuk mengawasi ketat pekerjaannya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Wajo, Hikmawan mengaku, akan memberikan waktu kepada rekanan untuk memperbaiki temuan-temuan kerusakan pada proyek tersebut. Diakuinya, ada beberapa titik yang memang keropos dan diminta untuk dibenahi. “Sekitar 4 titik dan kalau masalah panjangnya itu bervariasi antara 30 sampai 50 meter,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *