Usai Disoroti, Rekanan PT Tiara Teknik Janji Benahi Pekerjaan

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang, Wajo – Pihak pelaksana rekanan kontraktor dari PT Tiara Teknik selaku pelaksana dari proyek pekerjaan pasar peneki Kecamatan Takkalalalla berjanji akan melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap pekerjaan pasar rakyat tersebut dengan nilai anggaran rp 2,6 milliar lebih melalui anggaran APBN 2020 melalui Diskoperindag Wajo. 

Hal ini disampaikan Andi Ramiz salah satu pihak dari rekanan kontraktor, dimana sebelumnya proyek pasar ini menuai sejumlah kritikan dalam hal pekerjaan spek,  mutu dan kwalitas pekerjaan juga dari aspek lahan yang dinilai oknum bermasalah. 

Andi Ramiz mengatakan kalau kami dari pihak rekanan dengan adanya sorotan dan kritikan ini, akan kami jadikan bahan evaluasi serta melakukan pembenahan dan perbaikan pekerjaan yang diindikasi dan disoal tersebut.

“Kami selaku dari pihak pelaksana pekerjaan pasar ini merasa terimah kasih atas masukan dan kritikan dan ini akn jadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan pembenahan baik soal material batu juga mutu dan kwalitas serta lainya, semua akan kami benahi hal tersebut”. Ucapnya

Disinggung soal dari segi aspek masalah lahan yang juga sempat mencuat, Ia mengatakan kalau hal tersebut kami tidak bisa campuri dan komentari karna ini bukan domain dan rana kami selaku pelaksana. Ini rananya antara pihak Pemkab Wajo dan oknum yang lakukan komplain. Tambahnya

Sekedar diketahui kalau Proyek pembangunan Pasar Rakyat Peneki Kecamatan Takkalalla Kabupaten Wajo yang saat ini dalam proses pengerjaan sebelumnya disorot .

Proyek ini dianggarkan dari APBN 2020 melalui Dinas Koperindag Wajo senilai Rp2,6 miliar, dengan waktu kerja 90 hari kalender mulai 24 September hingga 22 Desember 2020.

Sebelumnya Lembaga BPKP Wajo,  Andi Sumitro sempat menyoal spek material dan mutu serta kualitas bahan campuran bangunan yang digunakan. “Misalnya batu pondasi yang digunakan itu diindikasi batu bekas pondasi. Batu pondasinya dari batu kapur asal Bone, padahal seharusnya yang biasa digunakan batu pondasi asal Soppeng atau Sidrap,” ungkap Ketua BPKP Wajo, Andi Sumitro.

Tak hanya itu, kata dia, mutu dan kualitas bahan campuran yang digunakan patut juga diindikasi tidak sesuai dengan RAB dan kontrak kerja. “Karena kami lihat secara lansung di lokasi itu campurannya agak kurang dan banyak yang berongga. Kedalaman galian pondasi juga patut dipertanyakan,” beber Sumitro.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *