Program Pengadaan Bibit Murbei Dipertanyakan

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang — Salah satu langkah program untuk mengembalikan kejayaan sutera Kabupaten Wajo yakni dengan adanya bantuan dari pihak Kehutanan pemerintah Provinsi Sulsel terkait dengan pengadaan bibit murbei untuk dikembangkan di Wajo justru menuai pertanyaan dari warga masyarakat dan lembaga LSM.

Pasalnya warga dan lembaga dari Badan Pemantau Dan Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Wajo mempertanyakan hal pengadaan bibit murbei untuk sutera tersebut yang meragukan soal kwalitas dan mutu bibit dan juga dari segi klasifikasi bibit yang ditanam. 

Andi Sumi Ketua BPKP Wajo yang dikonfirmasi media mengungkapkan hal tersebut dan agak meragukan dan perlu dipertanyakan soal kejelasan dari segi mutu dan kwalitas dan klasifikasi bibit murbei yang ditanam, apa betul sudah sesuai dengan petunjuk atau tekhnisnya terkait pengadaanya karena ini bukan anggaran uang negara yang sedikit yang digunakan.

“Ini perlu diperjelas dan diawasi bersama karena anggaran ini bukan sedikit dan menggunakan uang negara”.Cetusnya

Hal sama pun tak jauh berbeda yang diungkapkan oleh Andi sebagai warga dan juga hasil yang diliat dilokasi memang patut timbul pertanyaan terkait bibit murbei yang ditanam tersebut melalui KPH Walanae terkait bantuan bibit murbei Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 yang telah didistribusikan di Kabupaten Wajo di Desa Bottopenno Kecamatan Majauleng dan di Desa Pasaka Kecamatan Sabbangparu.

“Kayaknya itu pak bibit sudah agak layu dan agak sudah tua, ada keliatan akarnya sudah keluar dari polybag dan ini kami pertanyakan apakah bibit betul bibit yang berkwalitas dan bermutu sesuai petunjuk atau juknisnya agar nantinya hasil dari itu benang sutera berkwalitas dan sesuai”.Ucapnya diamini beberapa warga lainya

Sementara Junan,  Kepala UPTD Bone, Soppeng dan Wajo Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel yang dihubungi terpisah melalui Watsappnya terkait hal tersebut mengatakan mohon maaf pak untuk di kegiatan kami dinas Kehutanan hanya pengadaan bibit murbei sebanyak 1 juta bibit dan untuk sebanyak 300.000 ribu bibit pada tahap pertama yaitu di desa Bonto Penno Kecmatan Majauleng sebanyak 220.000 ribu bibit dan di Desa Pasaka sebanyak 80.000 bibit dan itu sudah ditanam dan ada tumbuh.Ringkasnya 

Sekedar diketahui Dinas Kehutanan Sulsel memprogramkan Sejuta Murbei, dan 300 ribu sekarang tersedia dan siap tanam, 700 ribu akan menyusul di anggaran perubahan. Dan Dinas Perindustrian Sulsel memprogramkan rumah produksi berupa pengadaan mesin pemintal yang siap di Januari 2021, total anggaran yang disiapkan adalah sekitar 1,5 Milyar.

Sementara Kadis Perindustrian, Pasar dan UMKM Wajo, Haji Ambo mengucapkan banyak terimah kasih atas dukungan semua pihak untuk membantu mengembalikan kejayaan sutera Wajo dan juga atas perhatian pemerintah Provinsi Sulsel dan legislator dprd provinsi berkat dorongan dan bantuan yang diberikan ke Wajo. Ucapnya

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *