Polres Wajo Segera Rampungkan Sejumlah Penanganan Kasus Berkaitan Sejumlah Soal Desa

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang – Terkait dengan sejumlah penanganan dugaan kasus yang berkaitan dengan sejumlah Kades di Kabupaten Wajo yang saat ini tengah berjalan dan berproses penangananya oleh bagian penyidik Polres Wajo itu akan segera dirampungkan untuk kelengkapan berkas.

Kapolres Wajo AKBP Muh Islam yang ditemui awak media di Mapolres Wajo mengatakan kalau ada sejumlah penanganan yang berkaitan dengan Kades yang ada di Wajo yang kini telah bergulir dan prosesnya tengah jalan.

Dan saat ini bagian penyidik itu sudah bekerja maksimal sesuai aturan hukum dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk segera merampungkan sejumlah berkas tersebut.Ucapnya

Namun untuk saat pihak Polres belum bisa terlalu jauh untuk mengungkapkan terkait desa desa yang dimaksud, karena semua masih berjalan prosesnya yang jelas berkas pemeriksaan akan kita maksimalkan agar segara rampung dan tetap sesuai aturan hukum dan mengedepankan asaz praduga tak bersalah.”Semua yang masuk penangananya itu tetap berjalan sesuai prosedur dan akan kami maksimalkan untuk rampungkan”.

Termasuk nantinya jika diperlukan sejumlah pihak akan kami minta keterangan dan juga rencana akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Wajo dalam hal ini bagian Inspektorat Wajo, apakah untuk hasil pemeriksaan atau audit terhadap anggaran desa baik add/dd masing msing desa yang ada di 13 Kecamatan dengan total sekitar 142 desa yang ada.Tambah Muh Islam

Sebelumnya masyarakat koalisi perjuangan pemuda mahasiswa (KPPM) Makassar dalam hal ini jendral lapangan KPPM Makassar, Muh Wamil yang secara terpisah terkait hal tersebut diatas mengatakan Kami/KPPM Makassar akan terus mengawal dan menindak lanjuti perkembangan ini penanganan kasus yang berkaitan desa yang tengah berproses di Polres Wajo.

Bahwa KPPM Makassar berharap pihak tipikor Polres Wajo dengan adanya pelimpahan penanganan dari Krimsus Polda Sulsel tidak main main dalam menanggapi kasus korupsi di Wajo dan termasuk dalam menangani masalah kades ini.Imbuhnya sambil di amini Muh Fajar yang juga dari KPPM ini.

“Kami akan terus mengawal dan menindaklanjuti perkembangan ini dan terus memantau perkembangan serta proses penanganan yang saat ini ditangan polres Wajo, khususnya untuk brending dan sirene mobil ambulance desa ini.Tambahnya

Seperti diketahui sebelumnya ada sejumlah desa yang tengah berproses di Polres Wajo, antaranya terkait dengan soal bedah rumah tahun anggaran add/dd 2020 desa Palippu Kecamatan Tanasitolo, dan BLT desa Bottopenno Kecamatan Majauleng, dugaan pekerjaan fisik Desa Cinnongtabi Kecamatan Majauleng, soal dugaan kasus asusila desa Lempong Kecamatan Bola, juga dugaan markup anggaran untuk pemasangan brending dan lampu sirene sebagian besar desa untuk mobil ambulance desa yang ada di Wajo serta sejumlah pekerjaan lainya yang masuk dalam laporan dan penanganan di Polres Wajo.

Terpisah Kepala Inspektorat Wajo, Sattiar mengatakan, kalau berkaitan dengan hasil pemeriksaan dan audit yang dilakukan terhadap desa di Wajo itu sudah mulai berjalan prosesnya dan sebagian hasilnya juga telah kami laporkan atau sampaikan ke pimpinan dalam hal ini Bupati dan termasuk ke penegak hukum baik kejaksaan ataupun kepolisian itu sudah ada sebagian desa yang kami serahkan hasilnya.

“Memang tidak bisa dipungkiri ada sebagian desa yang kami temukan adanya indikasi kerugian dan temuan dilapangan, bahkan sudah ada juga yang diberikan jangka waktu untuk melakukan pengembalian dan ada juga masih batas toleransi atau pembinaan”.Ujar Sattiar tanpa merinci terlalu jauh terkait nama nama desa yang dimaksud.

Sekedar diketahui kalau sejumlah pembayaran untuk brending mobil ambulance desa di Wajo ini, dinilai terlalu tinggi atau kemahalan dan terkesan markup yang informasinya capai di angka Rp 7 hingga 9 juta/unit mobil desa dilaksanakan atau kerjakan pelaksana disalah satu kota Sengkang oleh percetakan samajaya/cv samajaya an Suyuti Amran.

Untuk kisaran harga brending itu berada dikisaran harga Rp 1,5 juta/setiap unitnya dan lampu sirene itu dikisaran harga Rp 2,5 juta sampai 3,5 juta dan disisi lain info dari beberapa desa yang ada di Wajo untuk anggaran pembayaran biaya mobil ambulance desa untuk brending dan lampu sirene yang dimana anggaranya masuk dalam dd/add sampai di angka Rp 9 jutaan.

Sedangkan pengelola percetakan samajaya/cv samajaya Suyuti Amran yang coba untuk dimintai klarifikasi dan tanggapan soal hal tersebut diatas hingga saat ini belum berhasil ditemui dan begitu juga saat dicoba melalui telepon selulernya juga belum berhasil mendapatkan jawaban ataupun klarifikasi seputar hal tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *