Haji Mustafa Pasar Tempe Harus Transparan Serta Solusi

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang – Politisi partai Gerindra Kabupaten Wajo yang juga anggota DPRD Wajo di Komisi lll DPRD ini, berharap persoalan pembangunan pasar Tempe Sengkang Kecamatan Tempe ini yang digadang gadang sebagai salah satu ikon pasar di Kabupaten Wajo agar bisa lebih transparan dibuka seleber lebarnya dan seluas mungkin juga ada solusi terbaik untuk kelanjutan pembangunanya.

Haji Mustafa anggota komisi lll DPRD Wajo kepada awak media ini diruang kerjanya mengungkapkan hal tersebut dan mengatakan kalau persoalan pasar Tempe yang akhir akhir ini menjadi topik dan isu pembicaraan yang hangat seharusnya dibuka selebar lebarny dan seluas luasnya secara transparan dan juga ada solusi untuk hal tersebut.

Karena saat ini tidak bisa dipungkiri dalam rencana pembangunan pasar Tempe tersebut terkesan ada hal yang menjadi kendala atau sedikit masalah didalamnya seperti pesoalan rekanan yang sebelumnya dianulir sebagai pemenang dan belakangan keluar surat rekomendasi atau penyampaian dari pihak kementrian pupr balai prasarana permukiman wilayah Sulsel untuk dihentikan semantara dan akan dilakukan tender ulang atau lelang ulang proyek.

“Harapanya masalah masalah terkait apapun soal pasar Tempe ini agar ada segera tindak lanjut atau solusi yang bisa diberikan pihak pemerintah agar pembangunan ini segara berlanjut dan berjalan dan ini bisa menjadi salah satu ikon psar Wajo ke depanya”.harap Haji Mustafa

Tak hanya solusi yang harus ada, proyek pasar Tempe ini juga harus dibuka seluasnya dan lebih transparan semuanya dan dilakukan koordinasi lebih lanjut, baik itu pihak balai prasarana permukiman wilayah Sulsel dirjen Kementrian PUPR pusat dan instansi terkait.

Pasar itu kan bangunan publik, jadi sebaiknya baik itu rekanan, ppk,perencanaan dan lain lainya ini harus ada transparansi baik itu mulai dari perencanaan agar study kelayakan yang bisa di pertanggung jawabkan , bgitu pula amdal sampai pada proses tender harus sesuai pepres atau aturan undang undang.

“Ini biar menjadi lebih jelas dan terbuka selebar lebarnya tidak seperti saat ini rekanan sebelumnya dianulir tapi distop lagi dan akan dilelang ulang proses tender.Jangan sampai didalam rencana proyek pembangunan ini ada hal atau indikasi yang mengarah adanya unsur permainan atau kecurangan yang terjadi didalamnya atau prosesnya”.Ucapnya

Dan termasuk perlu nantinya diperjelas dan dibuka seluasnya secara transparan baik itu untuk pekerjaan penimbunan atau materialnya dan lainya sampai pekerjaan konstruksinya nanti.Tambahnya

Ketua komisi lll DPRD Wajo, Taqwa Gaffar menambahkan kalau persoalan pasar Tempe ini pihak DPRD Wajo rencana akan lakukan kunjungan lansung ke pusat dalam hal ini pihak kementrian pupr di Jakarta termasuk untuk membahas soal pasar Tempe tersebut dan juga DAS Siwa Kecamatan Pitumpanua,namun itu batal untuk sementara waktu karena pihak pusat belum adanya undangan penyampaian untuk menerimah kunjungan karena masih suasana pandemi covid19 dan juga diharuskan adanya hasil tes pcr yang menyatakan hasil negatif untuk tamu yang akan berkunjung.Kata politisi Nasdem ini

Disisi lain secara terpisah pihak PT Delima Agung Utama rekanan sebelumnya yang dianulir sebagai pemenang tender terkait dengan adanya edaran surat terkait informasi mengenai proses pembangunan Pasar Tempe Wajo yang diminta untuk dihentikan sementara atas SK yang diterbitkan Kementerian PUPR melalui Karya Balai Prasarana Permukiman Sulsel dengan UM.0201Cb39/1056 dan rencana akan dilakukan proses lelang tender ulang. Pihak direktur dari PT Delima Agung Utama, Drajat Winanjar melalui M.Fakhruddin,SH.,MH.Tim legal PT.Delima Agung Utama menanggapi hal tersebut diatas dan mengatakan kalau terkait dengan apa yang dipublikasikan dibeberapa media dan menjadi opini yang berkembang diluar terkait hal masalah adanya pemutusan kontrak dan akan diadakan nya proses tender ulang oleh pihak balai kementrian pupr dan adanya surat pemberitahuan untuk penghentian sementara aktivitas untuk pekerjaan pasar Tempe Kabupaten Wajo ini.
Pihaknya dalam hal ini PT Delima Agung Utama megklaim kalau hingga saat ini pihaknya belum menerimah sama sekali adanya surat atau pemberitahuan akan hal itu.

“Kami pihak PT Delima sampai saat ini terkait opini yg berkembang rencna pemutusan kontrak kerja pembangunan pasar tempe tersebut belum sama sekali dapatkan informasi atau surat yang resmi”.Imbuhnya kepada awak media melalui via selulernya

Seperti diketahui sebelumnya pihak Pemkab Wajo mendapatkan surat pemberitahuan dari Kementrian PUPR tersebut yang ditujukan ke Pemkab Wajo sehubungan dengan penyampaian surat tersebut tertanggal 16 November 2020 lalu, dimana didalamnya terkait penyampaian soal status pemutusan kontrak PT Delima Agung Utama dengan PPK PSP-POP Satker pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah ll Sulsel telah memasuki tahap penelaan oleh inspektur Dirjen Kementerian PUPR dan saat ini menunggu rekomendasi akhir.

Pembangunan Pasar Tempe, Kabupaten Wajo sebelumnya rencana dianggarakan melalui APBN pusat dengq nilai sekitar Rp56 milliar dari anggaran APBN pusat 2020 lalu dan merupakan pekerjaan multiyear dimana sebelumnya dilakukan PT Delima Agung Utama selaku pihak rekanan pemenang tender dianulir dengan nilai kontrak pekerjaan sebagai pemenang sebelumnya sebesar Rp 45 milliar.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *