BPKP Wajo Dukung Langkah Polres Berantas Oknum LSM Nakal

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang – Lembaga Badan Pemantau Dan Kebijakan Publik (BPKP) Kabupaten Wajo mendukung langkah Polres Wajo dalam memberantas oknum oknum yang mengatas namakan lembaga lsm dan melakukan tindakan pemerasan terhadap salah satu oknum Kades di Wajo.

Andi Sumitro Ketua Lembaga BPKP Wajo ke awak media mengungkapkan dukungan dan apresiasi terhadap langkah hukum yang dilakukan Polres Wajo dalam memberantas dan berhasil menagkap tangan (OTT) terhadap oknum yang melakukan pemerasan terhadap Kades.

Pasalnya selama ini sudah banyak sekali aduan aduan atau keluhan sejumlah Kades di Kabupaten Wajo yang merasa resah akan kehadiran yang mengatasnamakan oknum LSM yang melakukan sejumlah modus dan kesan menakut-nakuti Kades dan memaksa meminta sejumlah nominal uang dengan alasan akan melaporkan ke aparat penegak hukum tentang kasus kasus Desa kalau permintaan sejumlah dana tidak diberikan.

“Kami sangat apresiasi dengan langkah Polres Wajo dengan berhasil mengamankan oknum yang mengaku lsm atas kasus pemerasan, apalgi sejauh ini memang sebagian besar Kades di Wajo sudah banyak yang mengeluh dan resa dengan hal tersebut”.Ungkapnya

Untuk itu, Sumitro berharap agar pihak penegak hukum khususnya Polres Wajo tak segan segan menindak dan memberantas oknum yang memeras dengan mengatas namakan lembaga lsm, apalagi hal ini tentu sangat merusak citra lembaga lsm yang bekerja sesuai tupoksi dan kinerja lembaga.Tambahnya

Sedangkan Kapolres Wajo AKBP
Muhammad Islam A, SIK, MM terkait hal tersebut diatas mengatakan kalau Polres Wajo akan selalu siap melakukan tindakan dan proses hukum bagi yang tidak sesuai koridor atau aturan hukum yang tidak sesuai dan berharap peran dari semua kalangan, baik masyarakat, lembaga teman teman media dan lainya, termasuk kades sendiri kalau ada hak yang merasa resah atau diperas oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.Ucapnya

Sementara Kades Pallimae Kecamatan Sabbangparu yang merupakan korban pemerasan dari oknum lembaga lsm tersebut mengakui kalau sudah sangat resah dan menganggu dengan oknum yang datang dan selalu menakut nakuti akan dilaporkan dan dimintai uang.

Bahkan sebelumnya keluhan dan keresahan inipun sudah berapa kali disampaikan baik ke media dan lembaga lsm, termasuk pernah mengungkapkan ke lembaga BPKP Wajo akan banyaknya oknum yang selalu ingin melakukan permintaan dan kesan pemerasan ke desanya.

Seperti diketahui, Senin, 22 Maret 2021 polres Wajo berhasil meringkus oknum lembaga yang mengaku lsm atas kasus pemerasan. Ketiganya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Satreskrim Polres Wajo yang dipimpin Aipda Taufik bersama dua anggota Unit Tipikor.
Ketiga oknum LSM itu masing-masing berinisial BA, AR, dan RE. Ketiganya diduga memeras seorang Kades dengan meminta uang senilai Rp10 juta. Itu dengan iming-iming tidak akan melaporkan Kades tersebut ke Kejati Sulsel.

Dari tangan ketiga oknum LSM itu, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai pecahan Rp100 ribu sejumlah 89 lembar senilai Rp8,9 juta, 4 unit ponsel, 1 bundel laporan pengaduan LSM, 1 unit mobil Agya warna silver nomor polisi DD 1723 TJ.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *