Inspektorat Wajo Kini Tengah Periksa Sejumlah Proyek Infrastruktur Desa di Mallusesalo

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang – Pihak Inspektorat Pemkab Wajo saat ini tengah melakukan audit terhadap desa se Kabupaten Wajo yang jumlahnya sekitar 142 desa dari 14 Kecamatan.

Salah satunya yang saat ini tengah diaudit yakni terhadap Desa Mallusesalo Kecamatan Sabbangparu, dimana saat pihak lain Inspektorat tengah turun melakukan pemeriksaan dan audit terhadap sejumlah pekerjaan desa baik melalui anggaran DD/ADD untuk tahun anggaran 2019-2020.

Kepala Inspektorat Wajo, Sattiar yang ditemui awak media diruang kerjanya tak menampik hal tersebut dan mengatakan kalau saat ini timnya tengah turun ke desa dan salah satunya yakni desa Mallusesalo untuk memeriksa dan lakukan audit terhadap sejumlah pekerjaan yang telah dilaksanakan.”Langkah ini dilakukan untuk memastikan kalau setiap item pekerjaan yang menggunakan anggaran DD/ADD itu bisa betul betul sesuai dengan aturan dan peruntukkanya”.Katanya

Disinggung soal adanya indikasi temuan atau kerugian yang ditemukan, Ia belum bisa memastikan secara pasti karena memang saat ini masih berjalan proses pemeriksaan atas auditnya.Namun dirinya juga tak menampik kalau indikasi adanya unsur temuan atau kerugian terhadap desa Mallusesalo bisa saja terjadi dan ad ditemukan, kita tunggu saja hasilnya nanti.Tambahnya

Sebelumnya anggota Lembaga LSM Kibar Indonesia, A Syamsu mengatakan, seharusnya pihak APH dalam hal ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sengkang, Wajo harus ada kejelasan hukum atas apa yang sedang berjalan saat ini terhadap kasus indikasi temuan terhadap Kades Mallusesalo (M Akis).
Ini perlu dan penting agar tidak menimbulkan stetmen warga masyarakat atau isu-isu yang berkembang agar kesan atau indikasi mandek atau jalan di tempat tidak terjadi. Apalagi sekarang kita akan menghadapi Pilkades,” ucapnya

Seperti diketahui kalau Desa Mallusesalo sebelumnya itu kan sudah ada indikasi temuan kerugian uang negara, bahkan info yang kami berhasil dapatkan dan temukan kalau soal kerugian itu sudah ada. Cetusnya

Ia pun mencontohkan dugaan mark-up anggaran atas proyek pemeliharaan jalan tani Lebukeng, Desa Mallusesalo. Dimana indikasi mark-upnya bahkan sudah jelas dan sisa menunggu hasil audit dari inspektorat terkait jumlah kerugiannya.Sqmbungnya

Sebelumnya, Kajari Wajo Eman Sulaeman mengakui indikasi adanya mark up anggaran jalan tani Lebukeng memang cukup jelas. Namun, kejaksaan masih harus memastikannya melalui audit yang dilakukan inspektorat. Hasil audit itulah yang akan menyimpulkan ada tidaknya unsur pidana dalam proyek tersebut.

“Indikasi mark-up memang ada dan jelas, namun pihak kejaksaan harus menunggu dulu hasil audit dari inspektorat baru dapat menyimpulkan,” jelas Eman.

Sementara Kades Mallusesalo, M Akis yang dicoba untuk dimintai keterangan hingga berita ini diturunkan belum berhasil dan begitu juga saat dicoba melalui telepon selulernya juga belum mendapatkan respon dan jawaban.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *