Komisi V DPR RI RDP Dengan Dirjen SDA Dan Dirjen Cipta Karya Kementrian PU, AIA, Saya Tetap kawal Dan Perjuangkan Dipusat Untuk Realisasi Air Bersih Wajo

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) bersama dengan Komisi V DPR RI pusat melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Dirjen SDA dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU.

Dalam RDP yang dilaksanakan tersebut salah satu diantaranya yang dibahas di Komisi V yakni soal rencana realisasi untuk program pelaksanaan air bersih untuk Kabupaten Wajo.

AIA sapaan akrab dari Andi Iwan Darmawan Aras yang juga merupakan putra asli asal Kabupaten Wajo kepada awak media dan juga melalui pesan Whatsapp nya dan video yang dikirimkan atas RDP yang dilaksanakan dengan Dirjen SDA dan Dirjen Cipta Karya Kementrian PU tak menampik soal hal tersebut diatas.”Salah satu yang menjadi pembahasan penting dan fokus dibicarakan dalam RDP itu terkait soal masalah air bersih Kabupaten Wajo terkait untuk rencana realisasinya”.Ucap Ketua DPD Gerindra Sulsel ini.

Menyangkut air bersih beberapa waktu lalu kami sempat hadir di acara ulang tahun Kabupaten Wajo (HUT HJW Ke 622 Yang Jatuh Senin 29 Maret 2021 Lalu), kami juga sudah melaporkan kepada Pak Mentri tentang air bersih (Water Treatment Plant), M
kami serahkan kepada ibu Dirjen Cipta Karya dan Bapak Dirjen SDA dan insyah allah pak menteri juga mendukung kegiatan tersebut.

Selain itu AIA juga rencana akan meminta waktu dari ibu Dirjen agar supaya Bupati daerah Kabupaten Wajo ini bisa mempresentasikan langsung kehadapan ibu , apakah nanti saya akan masukkan langsung suratnya, cuma sedikit bingung juga saya, pak dirjen apakah ini melibatkan SDA, karna sumber airnya, air bakunya dari mana?

Apakah cukup dengan cipta karya atau juga harus melibatkan dirjen sumber daya air, tapi pada dasarnya kami sudah meminta waktu kepada mentri untuk mempresentasekan anggaran
Water Treatment Plant di Kabupaten Wajo.Terang AIA

Selain itu, Kami juga berterima kasih kepada ibu dirjen, alhamdulilah pembangunan pasar Tempe Kab Wajo sudah berjalan, walaupun demikian agar pihak balai tetap melakukan pengawasan yang maksimal jangan sampai terjadi hal hal yang tidak di inginkan dalam output kegiatan tersebut.

Tak hanya soal seputar Kabupaten Wajo, AIA juga mengungkap masalah banjir di kota makasar, kemarin itu hujan agak deras berhari hari, ini kemudian mengakibatkan ada beberapa titik yang mengalami banjir, kepala balainya sudah bekerja keras semaksimal mungkin, tapi saya pikir tidak sanggup melawan curah hujan yang begitu tinggi, ini mungkin salah satu penyebabnya adalah dangkalan di bendungan Jeneberang yang kemarin terkena dampak longsor dari gunung Bawakaraeng.

“Saya pikir solusi yang di ambil oleh SDA adalah pembangunan bendungan Janelata, itu kami harapkan agar jadi prioritas agar supaya kendala kendala yang ada di Sulsel khususnya Makassar dapat di selesaikan, khususnya di wilayah banjir”.

Kemudian mungkin juga salah satunya bahwa di operasional lapangan perlu di tingkatkan,
Meskipun sudah di lakukan pengerukan dan sekarang mulai terjadi pendangkalan kembali,
Kita liat bahwa kesadaran masyarakat kurang dalam menjaga kebersihan sehingga mereka selalu membuang sampah di wilayah sungai/bendungan tersebut, dan akhirnya dapat terjadi pendangkalan, apalagi di tambah dengan hama enceng gondok, ini yang kemudian mungkin pihak terkait lebih maksimal, tetapi tentunya dengan anggaran yang tentunya juga harus maksimal.Tambahnya

Sedang dalam RDP tersebut, Dirjen SDA mengatakan, pembangunan sungai Jenelata ini sangat krusial sekali dan insya allah tahun ini sudah bisa proses lelang kontrak serta kontruksi dengan launch China.

Sedang Ibu Dirjen Cipta Karya Kementrian PU dalam tanggapanya cukup merespon soal usulan air bersih di Kabupaten Wajo, Insyah Allah untuk Wajo terealisasi tahun 2022 nanti.Singkatnya

Seperti diketahui kalau program untuk air bersih Wajo bakal diwujudkan pada tahun 2022 mendatang dan saat ini telah masuk pengusulan ke balai dan pusat tahun 2021 ini. AIA berharap pembangunan di Sulsel terus meningkat dan berlanjut.

Kebutuhan anggaran itu estimasi Rp204 miliar dengan Water Treatment Plant mampu melayani 28.000 sambungan rumah dengan kapasitas sebesar 120L/s dan dukungan Pemkab Wajo pengadaan tanah sebesar Rp1,2 miliar di 2021.

Terpisah Haji Amran Mahmud S,Sos,Msi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, iye saya sudah bicara sama beliau dalam hal ini AIA.”Kami sngat apresiasi karna respon cepat yg dilakukan wakil ketua komisi V DPR RI yg telah melanjutkan aspirasi yang sangat dinantikan masyarakat Wajo, khususnya di kota Sengkang”.Ujar Amran

ini merupakan spirit bagi kami dalam hal ini Pemkab Wajo,
karena dengan adanya covid membuat perencanaan anggaran daerah yg tdk bisa mencover Water Treatment Plant yang sudah kita rencanakan sebelumnya.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak, semoga ini bisa secepatnya terealisasi dan dinikmati oleh masyarakat Wajo dan soal pengadaan lahan tanah sebesar Rp 1,2 milliar Pemkab Wajo siap.Sambungnya

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *