Disorot Proyek Ruas Solo-Peneki-Kulampu Diduga Tak Sesuai Bestek

  • Whatsapp
banner 468x60

Sengkang,Rakyatta.co – Proyek pekerjaan kegiatan peningkatan preservasi jalan ruas Solo-Peneki-Kulampu Wilayah Kabupaten Wajo, yang dilaksanakan PT. Rahmat Utama Mulia, bernilai kontrak Rp13.295.459.000 , menuai sorotan tajam oleh Badan Pemantau Kebijakan Publik ( BPKP ) Kabupaten Wajo.

Pasalnya, proyek yang anggarannta dari APBD Provinsi Sulsel 2019 itu, diduga tidak sesuai dengan ketentuan peruntukannya alias tidak sesuai bestek yang ditetapkan. “ Proyek yang dikerjakan sejak 1 juli s/d 27 desember 2019 itu, kini dalam kondisi rusak, berlobang dan retak yang patut diduga pekerjaan yang tidak berkualitas dan bermutu,” tandas Andi Sumitro Ketua BPKP Wajo, dalam jumpa persnya di salah satu Warkop di Sengkang, belum lama ini.

Andi Sumitro menambahkan, proyek dengan volume 2,00 km ini yang bernomor kontrak 602.2/1720/DBMK melalui Anggaran APBD Provinsi Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sulawesi Selatan ini, sangat patut dipertanyakan.

Sejumlah indikasi kejanggalan saat kami turun memantau di lapangan dengan mengecek kondisi pekerjaan banyak yang nampak secara kasat mata terlihat dan mengindikasikan kalau pekerjaan proyek tersebut dinilai tidak sesuai mutu yang seharusnya, ungkapnya.

“Kami minta kepada institusi penegak hukum utamanya kepada Tim TPAD Kejarti Sulsel selaku pendamping pada proyekini, turun ke lapangan melakukan pengecekan dan pemeriksaan kondisi ruas jalan tersebut,” tegasnya seraya menambahkan, hal ini biar bisa jelas dan tidak menimbulkan adanya kesan dan indikasi yang dapat merugikan uang negara dan juga agar azas manfaat dari proyek tersebut yang bisa betul betul dirasakan masyarakat.

Lebih jauh Andi Sumitro mengharapkan, dengan adanya pemeriksaan langsung pihak yang terkait seperti Kejaksaan, akan menghilangkan kesan yang timbul kalau hanya dikerja asal asalan demi mendapatkan keuntungan yang banyak yang akhirnya melalaikan kualitas dan RAB, yang seharusnya.

Bahkan Sumitro menegaskan, kalau bila perlu lembaganya akan melakukan persuratan resmi sampai ke pusat untuk mengusut proyek tersebut karena anggaran yang digunakan itu cukup lumayan besar capai Rp13 milliar lebih.

Hingga berita ini naik tayang, baik rekanan kontraktor, pihak pengawas dan PPK. belum berhasil dikonfirmasi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *