Bangun Kolaborasi Selesaikan Masalah Bangsa, Tanpa Meninggalkan Ciri Khas Lembaga

Mamuju – Jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat melakukan silaturahmi dengan Sekertaris Daerah Provinsi Sulbar, Dr. Muhammad Idris, M.Si. Selasa, (06/12/2023).

Pertemuan tersebut berlangsung di rumah jabatan Sekprov Sulbar dalam rangka sosialisasi dan persiapan musyawarah kerja wilayah IX DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat.

Dr. Muhammad Idris menyambut baik kedatangan pengurus Wahdah Islamiyah Sulbar dan berharap kolaborasi terus terjalin antara Wahdah Islamiyah dengan pemerintah.

Dalam arahannya ia memberikan nasehat kepada Pengurus Wahdah Islamiyah Sulbar terkait perencanaan dan pelaksanaan program kerja tahun 2024.

Menurutnya aspek pendidikan dan dakwah sebagai ciri khas lembaga Wahdah Islamiyah jangan ditinggalkan tetapi semakin diperkuat.

Ia juga menyampaikan pentingnya program peningkatan kualitas Da’i terutama dalam rangka menjawab kebutuhan akan kontekstual issue.

“Program ini dapat dimulai dengan menyusun agenda kolaborasi dalam pembinaan dakwah tematik, misalnya issue terkait stunting, pernikahan dini, termasuk munculnya masalah putus sekolah” jelasnya

Kondisi saat ini, masyarakat membutuhkan literasi yang banyak terkait isue-isue tematik tersebut. Program pembinaan Da’i dapat dilaksanakan dengan memberikan penguatan terkait materi tematik sekaligus kita titipkan program pemerintah, apalagi menjelang Bulan Ramadhan sepertinya sangat efektif.

Pada aspek pendidikan, Dr. Muhammad Idris merespon rencana pembangunan SMA Wahdah Islamiyah Sulbar. Menurutnya saat ini banyak sekolah yang belum terkelola efektif, sehingga issue boarding school dapat dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan Wahdah Islamiyah Sulbar karena sangat baik dalam upaya pembinaan dan edukasi siswa secara tuntas.

Sementara itu, Ketua DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Barat, M. Yamin Saleh memberikan respon positif terhadap penguatan yang diberikan Sekprov Sulbar. Menurutnya program terkait dengan issue-issue tematik sudah lama berjalan tanpa meninggalkan ciri khas lembaga yaitu aspek dakwah dan pendidikan.

Ustadz Yamin mencontohkan, misalnya program dakwah dikolaborasikan dengan program kesehatan dalam format kegiatan taklim kesehatan. Kegiatan ini mengangkat materi-materi tematik dalam rangka menyikapi issue pernikahan dini misalnya, selain dilihat dari aspek kesehatan juga dilihat dari aspek syariat.

“Program ini sudah berjalan secara internal tetapi ke depan kita akan coba terapkan secara eksternal. Selain itu, rencana tahun 2024 akan ada program sedekah stunting untuk masyarakat Sulbar.” ungkap M. Yamin Saleh

Terkait beberapa program-program unggulan Wahdah Islamiyah Sulbar harus didukung oleh data-data terkini misalnya terkait kasus stunting dibutuhkan data dari Dinas Kesehatan agar tidak salah sasaran, sehingga kami sangat berharap dukungan pemerintah.

InsyaAllah kami siap bangun kolaborasi selesaikan masalah bangsa, tanpa meninggalkan ciri khas Wahdah Islamiyah sebagai Lembaga dakwah dan pendidikan. pungkasnya.

Bagikan...

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *