BPBD Sulbar dan Pusat Studi Kebencanaan Unhas Teken PKS Perkuat DESTANA Berbasis Kolaborasi

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene – Sebagai implementasi arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memperkuat kolaborasi penanggulangan bencana, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepala Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Ilham Alimuddin, yang disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, pada kegiatan Launching Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi di Rumah Makan Dapur Mandar, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Selasa (30/6/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi guna meningkatkan kapasitas daerah dalam pengurangan risiko bencana serta mendukung pembangunan desa yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat untuk membangun kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun ketangguhan daerah. Sesuai arahan Bapak Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, BPBD Sulbar terus memperluas kemitraan strategis. Kehadiran Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin akan memperkuat implementasi Program DESTANA Berbasis Kolaborasi melalui dukungan akademik, penelitian, serta pendampingan ilmiah yang berkelanjutan,” ujar Yasir Fattah.

Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama meliputi pembentukan dan pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), pelaksanaan penelitian dan kajian kebencanaan, penyusunan serta pendampingan dokumen kebencanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, edukasi dan sosialisasi kebencanaan, serta pengembangan inovasi dalam pengurangan risiko bencana di Sulawesi Barat.

Menurutnya, dukungan dari Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin akan memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan dokumen-dokumen kebencanaan yang berkualitas, berbasis data dan kajian ilmiah, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

 

Berita Terkait

Maulid Nabi di Sulbar, Menag Nasaruddin Umar Soroti Kemajuan Mamuju
Menteri Agama RI Hadir di Mamuju, Tausiah dan Silaturahmi Bersama KKSS Sulbar
Menteri Agama Nasaruddin Umar Hadiri Maulid Nabi di Sulbar, Gubernur: Selamat Datang di Bumi Manakarra
Sandeq Silumba 2026 Segera Digelar, 80 Perahu Siap Berlayar dari Majene ke Polman
Semarak HUT ke-22 Sulbar, Ribuan Langkah Bersatu di Sulbar Fun Run 2026
Dari Maulid hingga Peletakan Batu Pertama, Ini Agenda Menag Nasaruddin Umar di Sulbar
Jelang HUT ke-22 Sulbar, Sekda Junda Maulana Minta Perayaan Meriah tapi Tak Mewah
Festival Literasi Sulbar 2026 Digelar, Gerakan Sulbar Mandarras Digaungkan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:26 WIB

Maulid Nabi di Sulbar, Menag Nasaruddin Umar Soroti Kemajuan Mamuju

Minggu, 20 September 2026 - 19:55 WIB

Menteri Agama RI Hadir di Mamuju, Tausiah dan Silaturahmi Bersama KKSS Sulbar

Minggu, 20 September 2026 - 16:38 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar Hadiri Maulid Nabi di Sulbar, Gubernur: Selamat Datang di Bumi Manakarra

Minggu, 20 September 2026 - 15:50 WIB

Sandeq Silumba 2026 Segera Digelar, 80 Perahu Siap Berlayar dari Majene ke Polman

Minggu, 20 September 2026 - 15:46 WIB

Semarak HUT ke-22 Sulbar, Ribuan Langkah Bersatu di Sulbar Fun Run 2026

Berita Terbaru