BPBD Sulbar Launching DESTANA Berbasis Kolaborasi, Perkuat Ketangguhan Desa Hadapi Bencana

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene – Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, BPBD Provinsi Sulawesi Barat resmi melaunching Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi pada Selasa (30/6/2026) di Rumah Makan Dapur Mandar, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat kapasitas masyarakat desa menghadapi berbagai ancaman bencana melalui sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Launching Program DESTANA Berbasis Kolaborasi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Majene, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Kepala Pelaksana BPBD kabupaten se-Sulawesi Barat, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, media massa, serta relawan kebencanaan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPBD Sulbar dalam menghadirkan inovasi DESTANA Berbasis Kolaborasi.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendukung penuh implementasi program tersebut sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan masyarakat dari tingkat desa,” kata Junda.

Disampaikan, Sulawesi Barat merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga potensi tsunami. Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko bencana harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah mengatakan bahwa peluncuran DESTANA Berbasis Kolaborasi merupakan implementasi proyek perubahan yang bertujuan membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat desa melalui pendekatan pentahelix, yakni melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

“Program DESTANA Berbasis Kolaborasi merupakan wujud nyata arahan Bapak Gubernur Sulawesi Barat agar upaya pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Desa merupakan garda terdepan dalam menghadapi bencana sehingga penguatan kapasitas masyarakat desa menjadi prioritas dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang tangguh terhadap bencana,” ujar Yasir Fattah.

Berita Terkait

Menteri Agama RI Hadir di Mamuju, Tausiah dan Silaturahmi Bersama KKSS Sulbar
Menteri Agama Nasaruddin Umar Hadiri Maulid Nabi di Sulbar, Gubernur: Selamat Datang di Bumi Manakarra
Sandeq Silumba 2026 Segera Digelar, 80 Perahu Siap Berlayar dari Majene ke Polman
Semarak HUT ke-22 Sulbar, Ribuan Langkah Bersatu di Sulbar Fun Run 2026
Dari Maulid hingga Peletakan Batu Pertama, Ini Agenda Menag Nasaruddin Umar di Sulbar
Jelang HUT ke-22 Sulbar, Sekda Junda Maulana Minta Perayaan Meriah tapi Tak Mewah
Festival Literasi Sulbar 2026 Digelar, Gerakan Sulbar Mandarras Digaungkan
DPRD Sulbar dan Ombudsman Perkuat Sinergi, Pelayanan Publik Jadi Sorotan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:55 WIB

Menteri Agama RI Hadir di Mamuju, Tausiah dan Silaturahmi Bersama KKSS Sulbar

Minggu, 20 September 2026 - 16:38 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar Hadiri Maulid Nabi di Sulbar, Gubernur: Selamat Datang di Bumi Manakarra

Minggu, 20 September 2026 - 15:50 WIB

Sandeq Silumba 2026 Segera Digelar, 80 Perahu Siap Berlayar dari Majene ke Polman

Minggu, 20 September 2026 - 15:46 WIB

Semarak HUT ke-22 Sulbar, Ribuan Langkah Bersatu di Sulbar Fun Run 2026

Jumat, 18 September 2026 - 20:19 WIB

Dari Maulid hingga Peletakan Batu Pertama, Ini Agenda Menag Nasaruddin Umar di Sulbar

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Wakapolres Mateng Pimpin Asistensi SIK3 dan Persiapan Anggaran 2027

Senin, 21 Sep 2026 - 09:40 WIB