Koalisi Mahasisswa Wajo Gelar Uras, Minta Sekda di Copot

- Jurnalis

Kamis, 10 Juni 2021 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENGKANG, rakyatta.co – Koalisi Aksi Mahasiswa Wajo Bela Rakyat minta Sekretaris Daerah (Sekda) Wajo, untuk dicopot, Rabu kemarin 9 Juni 2021.

Tuntutan itu disampaikan saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo.

Mahasiswa menuding, Sekda Wajo, Haji Amiruddin A tidak berkompeten dan tak memiliki integritas terhadap kepala daerah.

“Dalam hal administrasi sangat mengganjal, terutama yang menjadi polemik belakangan ini yakni persuratan,” kata Jendral Lapangan, Risal Ahmadi.

Selain perihal administrasi, mahasiswa juga menyoroti kebijakan Sekda sebagai pimpinan tertinggi ASN, soal sistem TPP yang berbelit-belit dan membebani ASN.

“Sistem TPP ASN yang berbelit-belit dan menyulitkan ASN, ditambah kebijakan absensi sebanyak 4 kali dalam sehari menjadi 2 kali sehari dan aplikasi yang digunakan tidak konek dengan lokasi,” katanya.

Keluhan-keluhan atas tidak kompetennya Sekda Wajo menyikapi soalan itu menjadi tolak ukur mahasiswa meminta agar Sekda Wajo dicopot.

Salah satu orator, Ferdiansyah juga menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan Sekda Wajo mempermalukan bupati dalam hal administrasi.

“Ini bukanlah permasalahan kecil. Kalau hal ini berlarut-larut akan jadi apa Wajo ke depannya,” katanya.

Anggota DPRD Wajo, Elfrianto yang menerima aspirasi itu menyebutkan bahwa perihal apa yang disampaikan oleh mahasiswa adalah polemik lama yang memang terjadi.

“Ini polemik ini sudah lama. Bahkan kami sering dapat persuratan tidak sesuai dengan SOP. Ini perlu kita sikapi, kita evaluasi, kami anggota dewan sangat perhatikan, dan perlu diapresiasi,” katanya

Olehnya, mahasiswa pun mengultimatum lembaga legislatif untuk sesegera mungkin menindaklanjuti aspirasi itu.

Bahkan, dalam tenggat waktu 1×24 jam, mahasiswa meminta agar DPRD Wajo telah memberi jawaban atas tindak lanjut aspirasi tersebut.

“Kami memberi tenggat waktu 1 x 24 jam agar DPRD Wajo segera memberikan jawaban atas aspirasi kami. Jangan biarkan aspirasi masyarakat terkatung-katung,” kata salah satu mahasiswa, Syaifullah.

Syaifullah menambahkan akan melakukan aksi lanjutan dengan tuntutan yang sama tapi dengan massa yang lebih besar lagi apabila tak ada tindak lanjut dari lembaga legislatif.

Berita Terkait

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Berita Terbaru