Kompolnas Bongkar Fakta Lama Eksekusi Ricuh Paludai, Pastikan Tak Ada Salah Tangkap

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLEWALI MANDAR – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia melaksanakan kunjungan langsung ke lokasi objek sengketa lahan, menemui korban bentrokan, dan melakukan audiensi bersama jajaran Polres Polewali Mandar (Polman), Kamis (24/07/2025), pasca kericuhan eksekusi lahan di Dusun Palluddai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman.

Dalam kunjungan itu, dua Komisioner Kompolnas, yakni Irjen Pol (Purn) Ida Oetari Poernamasasi, S.A.P., M.A., dan Yusuf, menggali keterangan serta memastikan kebenaran peristiwa bentrokan berdarah yang menyebabkan sejumlah korban luka, baik dari pihak warga maupun aparat kepolisian.

Ida Oetari mengungkapkan bahwa rencana eksekusi tersebut sebenarnya telah diketahui oleh Kompolnas sejak tahun 2023. “Pihak penggugat sudah menyurati Kompolnas terkait permintaan pengamanan atas perkara lahan ini sejak tahun lalu. Namun saat itu belum ada pelaksanaan eksekusi,” jelasnya.

Saat eksekusi baru dapat dilakukan pada 2025, muncul perlawanan dari pihak tergugat hingga menimbulkan bentrokan fisik. Menanggapi informasi adanya salah tangkap terhadap seorang warga bernama Jamaluddin, Kompolnas menegaskan hal tersebut tidak benar.

“Jamaluddin bukan korban salah tangkap, justru ia dianiaya oleh massa saat bentrok. Saat ini statusnya sebagai korban dan kasusnya sedang dalam penyidikan,” tegas Ida.

Sementara itu, Yusuf menyebut kunjungan ini adalah bentuk tindak lanjut atas laporan pihak penggugat yang telah menang dalam perkara perdata sengketa lahan tersebut. Menurutnya, hasil pemantauan langsung menunjukkan bahwa proses pengamanan oleh Polres Polman sudah sesuai dengan prosedur.

“Berdasarkan observasi dan data di lapangan, tidak ditemukan pelanggaran SOP dalam pelaksanaan eksekusi,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Kompolnas memastikan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas kepolisian dalam menangani konflik yang sensitif, serta menegaskan komitmen untuk menghindari penyimpangan dalam proses penegakan hukum.

Penulis : Aco Mappinawang

Berita Terkait

Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal
Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat
Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan
Enam Karung Kakao Hilang, URC dan Sat Intelkam Polres Polman Olah TKP di Kuajang
Panen Raya di Wonomulyo, Dandim Polman Dorong Produksi Padi Terus Ditingkatkan
Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka
2 Rumah Warga di Wonomulyo Terbakar, Damkar Kodim 1402/Polman Turun Tangan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 20:02 WIB

Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat

Minggu, 13 September 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:41 WIB

Enam Karung Kakao Hilang, URC dan Sat Intelkam Polres Polman Olah TKP di Kuajang

Berita Terbaru