Seismometer Jepang Masuk Mamuju, Pemprov Sulbar Tancap Gas Mitigasi Gempa

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai mengakselerasi langkah konkret dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi. Melalui pendampingan strategis Biro Pemkesra Setda Sulbar, pertemuan penting digelar bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan BPBD Sulbar pada Rabu (1/4/2026), membahas implementasi proyek demonstrasi sistem seismometer canggih di Mamuju.

Agenda ini menjadi titik awal penguatan sistem mitigasi berbasis teknologi di wilayah yang dikenal memiliki kerawanan seismik tinggi. Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, hadir langsung memimpin pertemuan tersebut, didampingi Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, serta jajaran terkait.

Kolaborasi ini tidak sekadar menghadirkan alat pendeteksi gempa, tetapi menjadi bagian dari strategi besar membangun sistem peringatan dini yang lebih responsif dan akurat. Teknologi seismometer dari JICA diproyeksikan menjadi model percontohan yang mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah secara signifikan.

Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil, menegaskan bahwa aspek kesejahteraan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari rasa aman terhadap ancaman bencana. Menurutnya, kehadiran teknologi ini merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah.

“Kami sepenuhnya mendukung inisiatif ini. Ini bukan sekadar pemasangan alat, tetapi komitmen menghadirkan perlindungan bagi masyarakat. Sinergi teknologi internasional dengan kesiapan daerah adalah kunci harmoni pembangunan Sulbar,” tegas Murdanil.

Sementara itu, Gubernur Suhardi Duka menilai kerja sama dengan JICA sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa ketangguhan terhadap bencana menjadi prioritas utama dalam visi pembangunan Sulbar tahun 2026.

“Sulbar harus siap menghadapi tantangan alam. Kolaborasi global seperti ini menjadi kunci untuk memastikan masyarakat kita lebih aman dan pembangunan tetap berkelanjutan,” ujar Gubernur.

Pemerintah berharap integrasi sistem seismometer ini mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa. Dukungan semua pihak dinilai penting agar proyek ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan warga.

Dengan langkah ini, Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk tidak lagi sekadar reaktif terhadap bencana, tetapi bertransformasi menjadi daerah yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi risiko sejak dini.

Berita Terkait

Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika
Kado HUT ke-22 Sulbar, Penerima Beasiswa Bertambah Jadi 1.040 Orang
Sambut HUT ke-22 Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Dorong Akses Pangan Terjangkau melalui GPM Serentak
Maulid Nabi di Sulbar, Menag Nasaruddin Umar Soroti Kemajuan Mamuju
Menteri Agama RI Hadir di Mamuju, Tausiah dan Silaturahmi Bersama KKSS Sulbar
Menteri Agama Nasaruddin Umar Hadiri Maulid Nabi di Sulbar, Gubernur: Selamat Datang di Bumi Manakarra
Sandeq Silumba 2026 Segera Digelar, 80 Perahu Siap Berlayar dari Majene ke Polman
Semarak HUT ke-22 Sulbar, Ribuan Langkah Bersatu di Sulbar Fun Run 2026
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:47 WIB

Cegah Radikalisme di Kalangan Anak Muda, Gubernur SDK Tekankan 4 Pilar Kebangsaan dan Pemahaman Bhinneka Tunggal Ika

Selasa, 22 September 2026 - 23:10 WIB

Kado HUT ke-22 Sulbar, Penerima Beasiswa Bertambah Jadi 1.040 Orang

Senin, 21 September 2026 - 20:52 WIB

Sambut HUT ke-22 Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Dorong Akses Pangan Terjangkau melalui GPM Serentak

Senin, 21 September 2026 - 14:26 WIB

Maulid Nabi di Sulbar, Menag Nasaruddin Umar Soroti Kemajuan Mamuju

Minggu, 20 September 2026 - 19:55 WIB

Menteri Agama RI Hadir di Mamuju, Tausiah dan Silaturahmi Bersama KKSS Sulbar

Berita Terbaru