Sulbar Bidik Dana Hijau Pusat, Rp36 Miliar Disiapkan untuk Selamatkan Hutan

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tancap gas mengamankan pendanaan pusat untuk pelestarian hutan. Melalui skema Dana Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH), Pemprov Sulbar resmi menyiapkan usulan program kehutanan ke Kementerian Kehutanan dengan nilai awal mencapai Rp36 miliar.

Langkah strategis ini dibahas dalam rapat persiapan verifikasi dan asistensi usulan kegiatan kehutanan, yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah Lantai II Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026).

Upaya tersebut sejalan dengan visi Panca Daya Gubernur Sulbar Suhardi Duka, khususnya pada agenda pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan pelestarian sumber daya alam.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar, Junda Maulana, mengatakan rapat tersebut melibatkan lintas sektor, mulai dari unsur lingkungan hidup, pemerintah daerah, hingga konsultan SCF (Sustainable Climate Finance).

Salah satu fokus utama pembahasan adalah peluang pendanaan Forestry and Other Land Use (FOLU) dari Kementerian Kehutanan, yang berkaitan langsung dengan pengelolaan karbon dan perlindungan kawasan hutan.

“Sulawesi Barat ini 60 persen wilayahnya adalah kawasan hutan. Itu potensi besar. Karena itu kita mengajukan proposal anggaran untuk melestarikan hutan, dan anggaran tersebut berbentuk hibah dari Kementerian Kehutanan,” ujar Junda.

Menurutnya, rapat ini juga dimanfaatkan untuk mempertajam materi usulan, mengingat Pemprov Sulbar dijadwalkan mengikuti verifikasi dan presentasi proposal di tingkat pusat pada Kamis mendatang.

Junda menegaskan, luas kawasan hutan Sulbar menjadi modal utama untuk mendapatkan kompensasi berbasis pengelolaan karbon. Skema ini dinilai relevan dengan arah kebijakan nasional dan global terkait mitigasi perubahan iklim.

Jika disetujui, anggaran DPLH tersebut akan difokuskan pada empat program inti pelestarian hutan.

“Pertama, mematangkan kelembagaan. Kedua, menjaga produktivitas hutan. Ketiga, pengelolaan karbon. Dan keempat, penguatan pengawasan, khususnya KPH-KPH agar pengawasan kawasan hutan lebih maksimal,” jelasnya.

Untuk tahap awal, nilai usulan masih berada di kisaran Rp36 miliar. Anggaran ini menjadi pintu masuk menuju skema pendanaan yang lebih besar di masa mendatang.

Junda optimistis, apabila tahap awal ini berjalan baik dan dinilai berhasil oleh pemerintah pusat, peluang tambahan pendanaan akan semakin terbuka, sekaligus memperkuat posisi Sulbar sebagai provinsi yang konsisten menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup.

Berita Terkait

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
WFH ASN Sulbar Berbasis Digital, DiskominfoSS Dampingi RSUD Optimalkan Aplikasi Fleksi
BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Selasa, 8 September 2026 - 22:28 WIB

Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Berita Terbaru