Agribisnis Sulbar! DTPHP Gandeng PT Charoen Pokphand, Jagung-Peternakan Siap Terintegrasi

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus menggeber penguatan sektor unggulan berbasis potensi lokal. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), langkah konkret diwujudkan lewat official meeting bersama PT Charoen Pokphand Indonesia di Kantor Feedmill Makassar, Jumat (3/4/2026).

Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi besar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam merealisasikan visi Pancadaya, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan daya saing daerah, serta pembangunan sektor pertanian dan peternakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, didampingi jajaran Bidang Peternakan, Bidang Tanaman Pangan, UPTD Perbibitan Ternak, hingga UPTD BBTPH. Turut hadir pula Tenaga Ahli Gubernur serta perwakilan Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulbar.

Dalam forum strategis itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama agribisnis komoditas jagung dan peternakan sebagai satu kesatuan ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir.

Pihak PT Charoen Pokphand Indonesia memaparkan berbagai peluang kemitraan yang bisa dikembangkan di Sulbar, mulai dari pola direct farm hingga penguatan jaringan agen atau poultry shop. Skema ini terbuka luas bagi berbagai pihak, mulai dari petani perorangan, koperasi, BUMDes, hingga badan usaha seperti PT dan CV.

Menariknya, perusahaan mengungkap bahwa kualitas jagung produksi petani Sulbar secara umum telah memenuhi standar industri. Bahkan, kebutuhan jagung perusahaan mencapai sekitar 600 ton per hari, membuka peluang besar bagi petani lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri nasional.

Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendorong penguatan sektor ini.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan agribisnis jagung dan peternakan dari hulu hingga hilir melalui berbagai kebijakan, program, dan kegiatan, baik dari APBD maupun APBN,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, peluang kerja sama ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh petani dan peternak guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Peternakan DTPHP Sulbar, Nur Kadar menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas sektor peternakan, khususnya perunggasan.

“Melalui kemitraan dengan industri, diharapkan peternak mendapatkan akses pasar yang lebih luas, pendampingan teknis, serta jaminan keberlanjutan usaha,” jelasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam membangun ekosistem agribisnis yang kokoh. Dengan integrasi sektor jagung dan peternakan, Sulawesi Barat diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
WFH ASN Sulbar Berbasis Digital, DiskominfoSS Dampingi RSUD Optimalkan Aplikasi Fleksi
BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Selasa, 8 September 2026 - 22:28 WIB

Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Berita Terbaru