Mayat Pria Ditemukan di Kebun Sawit Mamuju Tengah, Polisi Amankan Sejumlah Barang

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 22:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU TENGAH — Warga Dusun Antalili, Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki di sebuah pondok yang berada di area perkebunan kelapa sawit, Minggu (20/9/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Musir, seorang pekerja kebun milik H. Nurdin. Jenazah ditemukan sekitar pukul 07.45 WITA setelah sejumlah pekerja datang ke lokasi untuk melakukan aktivitas pembersihan lahan.

Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah IPTU Muhammad Arifin, S.H., M.H., membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

Menurut keterangan Sulaiman, dirinya bersama tujuh orang rekannya berangkat menuju perkebunan sawit milik H. Nurdin sekitar pukul 07.00 WITA. Setibanya di lokasi sekitar pukul 07.30 WITA, Sulaiman hendak menyimpan tasnya di dalam pondok.

Namun, saat masuk ke pondok, ia justru mendapati seorang laki-laki telah tergeletak dan tidak bernyawa.

Sulaiman kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pemilik kebun, H. Nurdin. Setelah dilakukan pengecekan, mayat tersebut diketahui merupakan Musir, yang selama kurang lebih dua tahun bekerja di kebun milik H. Nurdin.

H. Nurdin menerangkan, dirinya terakhir kali bertemu dengan Musir pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 07.20 WITA. Saat itu, Musir ikut menuju kebun untuk melihat lokasi pekerjaan yang perlu dibersihkan.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Minggu (13/9/2026), Musir diketahui sempat menghubungi istri H. Nurdin, Hj. Nuraini, dan menyampaikan bahwa pekerjaan membersihkan kebun telah dilakukan. Musir kemudian diminta kembali mengecek serta membersihkan bagian kebun yang masih perlu dikerjakan.

Setelah menemukan jenazah tersebut, H. Nurdin langsung menghubungi anaknya, Briptu Alwi, yang merupakan anggota Polri. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada piket Reskrim dan Tim Identifikasi Polres Mamuju Tengah.

Personel kepolisian selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Salupangkang untuk menjalani pemeriksaan luar.

Dari pemeriksaan terhadap barang yang melekat pada tubuh korban, polisi menemukan sebuah tas pinggang yang berisi sejumlah barang. Di antaranya dua buah badik kecil, satu dompet warna cokelat berisi uang tunai Rp15.550.000, satu unit handphone Oppo warna biru, satu charger handphone, serta dua buah kondom merek Sutera warna biru.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan awal pihak Puskesmas Salupangkang, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga korban juga telah dihubungi dan diberitahu mengenai peristiwa tersebut. Keluarga Musir diketahui berada di Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut keterangan salah seorang keluarga korban, Aco, Musir diketahui sering mengonsumsi minuman beralkohol dan setelah mengonsumsi minuman tersebut disebut kerap mengalami muntah darah.

Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga dan belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian Musir.

Pihak keluarga sebelumnya menyatakan keberatan apabila jenazah dilakukan visum atau pemeriksaan autopsi lebih lanjut karena kondisi jenazah telah membusuk dan keluarga ingin segera memakamkan korban. Keluarga juga menyatakan telah menerima peristiwa tersebut.

Namun, kepolisian masih melakukan pendekatan kepada keluarga agar bersedia dilakukan pemeriksaan medis lebih mendalam guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

“Menggalang keluarga korban agar berkenan dilakukan visum dan pendalaman otopsi,” demikian langkah kepolisian dalam penanganan perkara tersebut.

Hingga kini, Polres Mamuju Tengah masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah saksi, mengamankan barang bukti milik korban, serta melakukan koordinasi dengan keluarga dan pihak terkait.

Polisi juga memastikan identitas korban telah diketahui sebagai Musir, berdasarkan keterangan H. Nurdin yang mengenal korban sebagai pekerjanya selama kurang lebih dua tahun.

Kasus penemuan mayat tersebut masih dalam penanganan dan pendalaman Satreskrim Polres Mamuju Tengah untuk memastikan penyebab kematian korban.

Berita Terkait

Diduga Curi 20 Tandan Sawit, Pria 23 Tahun Diamankan URC Polres Mateng
Kebakaran Lahan Sawit di Talungallo Meluas, Wakapolres Mateng Pimpin Langsung Pemadaman
URC Polres Majene Gencar Patroli Malam, 3C hingga Balap Liar Jadi Sasaran
Meriahkan HUT Sulbar ke-22, Kapolda Hadiri ‘Sulbar Fun Run’ Tegaskan Dukungan Penuh bagi Olahraga Masyarakat
Geger! Mayat Pria Ditemukan di Kebun Sawit Pangale Mamuju Tengah
Ditlantas Polda Sulbar Supervisi Satlantas Mateng, Penanganan Laka dan Tilang Diperiksa
URC Polres Mamasa Sisir Kota hingga Dini Hari, Antisipasi 3C dan Kriminalitas Jalanan
Cegah Kejahatan Jalanan, Tim URC Polres Mamuju Tengah Bergerak hingga Dini Hari
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:04 WIB

Diduga Curi 20 Tandan Sawit, Pria 23 Tahun Diamankan URC Polres Mateng

Minggu, 20 September 2026 - 22:53 WIB

Mayat Pria Ditemukan di Kebun Sawit Mamuju Tengah, Polisi Amankan Sejumlah Barang

Minggu, 20 September 2026 - 18:14 WIB

Kebakaran Lahan Sawit di Talungallo Meluas, Wakapolres Mateng Pimpin Langsung Pemadaman

Minggu, 20 September 2026 - 14:53 WIB

URC Polres Majene Gencar Patroli Malam, 3C hingga Balap Liar Jadi Sasaran

Minggu, 20 September 2026 - 11:38 WIB

Meriahkan HUT Sulbar ke-22, Kapolda Hadiri ‘Sulbar Fun Run’ Tegaskan Dukungan Penuh bagi Olahraga Masyarakat

Berita Terbaru