Safari Ramadan 1447 H, Suhardi Duka Soroti Pendidikan, Hukum, hingga Stabilitas Harga Sawit

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju Tengah — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Nurul Hidayah Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Senin malam (23/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus penyampaian pesan pembangunan dan kebangsaan kepada masyarakat.

Di hadapan jamaah, Gubernur Suhardi Duka menegaskan terdapat empat faktor utama yang menentukan keberlanjutan dan kemajuan suatu daerah maupun negara.

Menurutnya, pilar pertama adalah kasih sayang pemimpin terhadap rakyatnya. Pemimpin yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat akan menumbuhkan optimisme dan kepercayaan publik.

Ia menjelaskan bahwa perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan nyata, seperti pembangunan sekolah, pemberian beasiswa bagi masyarakat kurang mampu, serta perluasan akses pendidikan agar seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.

“Bukan hanya masyarakat mampu yang bisa sekolah, tetapi masyarakat kurang mampu juga harus memperoleh pendidikan yang layak,” ujarnya.

Selain pendidikan, pemerintah juga memastikan layanan kesehatan dapat diakses seluruh masyarakat melalui penyediaan rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, hingga ketersediaan obat-obatan.

Pilar kedua, lanjutnya, adalah pentingnya peran ulama dalam kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah menjadi kunci menjaga moral sosial dan mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

“Kedekatan pemimpin dengan ulama menjadi salah satu ciri masyarakat yang kuat dan terarah,” katanya.

Pilar ketiga adalah kepedulian sosial dari kalangan ekonomi mampu. Gubernur menilai zakat, sedekah, dan kepatuhan membayar pajak memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan sosial antara kelompok masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kesejahteraan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kontribusi masyarakat mampu dalam membantu kelompok rentan.

“Keseimbangan antara orang kaya dan masyarakat kurang mampu akan menciptakan harmoni sosial,” jelasnya.

Pilar keempat adalah tegaknya keadilan dan supremasi hukum tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang adil, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam menciptakan kepastian dan rasa aman di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum sebagai penjaga keadilan dan stabilitas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menjelaskan kondisi fiskal daerah yang berdampak pada penyesuaian anggaran pembangunan, termasuk proyek infrastruktur jalan di Mamuju Tengah.

Meski terjadi efisiensi anggaran, pemerintah tetap berupaya melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

“Yang penting kita tetap berusaha dan menempatkan anggaran secara tepat agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Suhardi Duka turut menyinggung prospek komoditas kelapa sawit yang menjadi sektor utama perekonomian Mamuju Tengah.

Ia menyampaikan optimisme bahwa harga sawit diperkirakan tetap stabil dalam kisaran Rp2.500 hingga Rp3.500 per kilogram dalam 10 tahun tahun ke depan.

Menurutnya, berbagai langkah diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah pusat membuka kembali akses ekspor ke sejumlah negara, sehingga permintaan global terhadap sawit Indonesia diproyeksikan terus meningkat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen agar stabilitas harga tetap terjaga.

Safari Ramadan tersebut diakhiri dengan doa bersama serta ajakan kepada masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan, optimisme, dan semangat pembangunan demi kemajuan Sulawesi Barat.

Berita Terkait

SDK Bicara Maulid, Budaya Mandar hingga Dana Hibah 2027
Sulbar Petakan Risiko Iklim, SIDIK Jadi Andalan
DPRD Sulbar Soroti Data Desil, Bansos Diminta Tepat Sasaran
GPM Serentak di Mamuju, Pemprov Sulbar Tekan Harga Pangan dan Dorong UMKM
DPRD Sulbar Evaluasi APBD 2026, Dispoparekraf Diminta Perkuat Kinerja
Hari Jadi Sulbar ke-22 Disiapkan Meriah, Dispoparekraf Siap Gerakkan Partisipasi Masyarakat
Perpusip Sulbar Terima Karya Tulis tentang Peran Bawaslu
Rakor Organda Sulbar Dimatangkan, Maddareski Dorong Solusi Transportasi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 23:05 WIB

SDK Bicara Maulid, Budaya Mandar hingga Dana Hibah 2027

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Sulbar Petakan Risiko Iklim, SIDIK Jadi Andalan

Kamis, 3 September 2026 - 14:37 WIB

DPRD Sulbar Soroti Data Desil, Bansos Diminta Tepat Sasaran

Kamis, 3 September 2026 - 14:34 WIB

GPM Serentak di Mamuju, Pemprov Sulbar Tekan Harga Pangan dan Dorong UMKM

Kamis, 3 September 2026 - 14:31 WIB

DPRD Sulbar Evaluasi APBD 2026, Dispoparekraf Diminta Perkuat Kinerja

Berita Terbaru

Advertorial

SDK Bicara Maulid, Budaya Mandar hingga Dana Hibah 2027

Sabtu, 5 Sep 2026 - 23:05 WIB

Hallo Polisi

URC Polres Mateng Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan di Babana

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:56 WIB

Hallo Polisi

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:24 WIB