Mamuju— Sebanyak 20 mahasiswa Program Studi Diploma III (D3) Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju, Selasa 08 September 2026 mengikuti Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilaksanakan di Gedung OSCE Center Poltekkes Kemenkes Mamuju.
Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi capaian kompetensi mahasiswa dalam mempersiapkan calon tenaga gizi yang memiliki keterampilan profesional sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia pelayanan kesehatan.
OSCE merupakan metode evaluasi keterampilan klinis yang dilakukan secara objektif, terstruktur, dan sistematis melalui beberapa stasiun ujian. Pada setiap stasiun, mahasiswa diberikan tugas atau kasus tertentu yang harus diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan rubrik penilaian yang terstandar.
Pelaksanaan OSCE pada Program Studi D3 Gizi ini mengacu pada Pedoman OSCE Center Poltekkes Kemenkes Mamuju dan Pedoman Penyelenggaraan OSCE Vokasi Gizi dari AIPVOGI. Ujian dilaksanakan dalam 8 stasiun, yang terdiri atas 6 stasiun inti dan 2 stasiun istirahat pada stasiun ke-4 dan ke-8.
Setiap stasiun memiliki alokasi waktu 10 menit, yang terdiri atas 1 menit perpindahan, 1 menit membaca soal atau instruksi, dan 8 menit untuk menyelesaikan tugas. Dengan demikian, total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian OSCE sekitar 80 menit atau 1 jam 20 menit untuk setiap peserta dalam satu rotasi.
Kompetensi yang diujikan mencakup berbagai bidang dalam pelayanan gizi, yaitu 3 stasiun gizi klinik, 2 stasiun gizi masyarakat, dan 1 stasiun penyelenggaraan makanan. Materi dan keterampilan yang diujikan dirancang untuk menggambarkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan gizi pada situasi yang mendekati kondisi pelayanan nyata.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan penguji yang kompeten sesuai dengan bidang dan disiplin keilmuan masing-masing. Keterlibatan penguji dengan kompetensi yang sesuai diharapkan dapat memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif, terukur, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sebelum pelaksanaan ujian, panitia telah melakukan briefing kepada peserta dan penguji. Briefing tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan, alur rotasi, tata tertib, instrumen penilaian, serta tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak selama pelaksanaan OSCE.
Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju, Dr. Ashriady, S.KM., M.Kes menyampaikan bahwa pelaksanaan OSCE menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu proses pendidikan dan memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pelayanan gizi.
“OSCE tidak hanya menjadi bentuk evaluasi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, komunikasi, dan profesionalisme dalam menghadapi situasi pelayanan gizi,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan OSCE yang terstruktur dan objektif, Program Studi D3 Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju terus berkomitmen melakukan penguatan sistem evaluasi pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai capaian kompetensi mahasiswa sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas proses pendidikan.
Dengan demikian, OSCE tidak hanya berorientasi pada kelulusan ujian, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam menjamin mutu lulusan D3 Gizi yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat.










