Disorot Proyek Ruas Solo-Peneki-Kulampu Diduga Tak Sesuai Bestek

- Jurnalis

Sabtu, 24 April 2021 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengkang,Rakyatta.co – Proyek pekerjaan kegiatan peningkatan preservasi jalan ruas Solo-Peneki-Kulampu Wilayah Kabupaten Wajo, yang dilaksanakan PT. Rahmat Utama Mulia, bernilai kontrak Rp13.295.459.000 , menuai sorotan tajam oleh Badan Pemantau Kebijakan Publik ( BPKP ) Kabupaten Wajo.

Pasalnya, proyek yang anggarannta dari APBD Provinsi Sulsel 2019 itu, diduga tidak sesuai dengan ketentuan peruntukannya alias tidak sesuai bestek yang ditetapkan. “ Proyek yang dikerjakan sejak 1 juli s/d 27 desember 2019 itu, kini dalam kondisi rusak, berlobang dan retak yang patut diduga pekerjaan yang tidak berkualitas dan bermutu,” tandas Andi Sumitro Ketua BPKP Wajo, dalam jumpa persnya di salah satu Warkop di Sengkang, belum lama ini.

Andi Sumitro menambahkan, proyek dengan volume 2,00 km ini yang bernomor kontrak 602.2/1720/DBMK melalui Anggaran APBD Provinsi Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sulawesi Selatan ini, sangat patut dipertanyakan.

Sejumlah indikasi kejanggalan saat kami turun memantau di lapangan dengan mengecek kondisi pekerjaan banyak yang nampak secara kasat mata terlihat dan mengindikasikan kalau pekerjaan proyek tersebut dinilai tidak sesuai mutu yang seharusnya, ungkapnya.

“Kami minta kepada institusi penegak hukum utamanya kepada Tim TPAD Kejarti Sulsel selaku pendamping pada proyekini, turun ke lapangan melakukan pengecekan dan pemeriksaan kondisi ruas jalan tersebut,” tegasnya seraya menambahkan, hal ini biar bisa jelas dan tidak menimbulkan adanya kesan dan indikasi yang dapat merugikan uang negara dan juga agar azas manfaat dari proyek tersebut yang bisa betul betul dirasakan masyarakat.

Lebih jauh Andi Sumitro mengharapkan, dengan adanya pemeriksaan langsung pihak yang terkait seperti Kejaksaan, akan menghilangkan kesan yang timbul kalau hanya dikerja asal asalan demi mendapatkan keuntungan yang banyak yang akhirnya melalaikan kualitas dan RAB, yang seharusnya.

Bahkan Sumitro menegaskan, kalau bila perlu lembaganya akan melakukan persuratan resmi sampai ke pusat untuk mengusut proyek tersebut karena anggaran yang digunakan itu cukup lumayan besar capai Rp13 milliar lebih.

Hingga berita ini naik tayang, baik rekanan kontraktor, pihak pengawas dan PPK. belum berhasil dikonfirmasi.

Berita Terkait

Polresta Mamuju Perkuat Sosialisasi Jelang Eksekusi Lahan, Warga Diimbau Tak Mudah Terprovokasi
Perselisihan Batas Tanah Selesai Tanpa Pengadilan, Bhabinkamtibmas Polsek Tommo Hadirkan Solusi Damai
Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog
Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare
Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan
Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru
Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026
Membangun Generasi Hebat Dimulai dari Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Penuh Kasih Sayang
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:30 WIB

Polresta Mamuju Perkuat Sosialisasi Jelang Eksekusi Lahan, Warga Diimbau Tak Mudah Terprovokasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:51 WIB

Perselisihan Batas Tanah Selesai Tanpa Pengadilan, Bhabinkamtibmas Polsek Tommo Hadirkan Solusi Damai

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:51 WIB

Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare

Senin, 20 Juli 2026 - 05:59 WIB

Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan

Berita Terbaru