MAMUJU — Laporan Satuan (Lapsat) dan penyerahan memori kepemimpinan menjadi bagian penting dalam rangkaian serah terima jabatan Kapolda Sulawesi Barat. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Video Conference (Vicon) Mapolda Sulbar, Jumat (9/10/2026), itu menandai kesinambungan kepemimpinan dari Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta kepada Kapolda Sulbar yang baru, Irjen Pol Totok Suharyanto.
Dalam momentum tersebut, Irjen Pol Totok Suharyanto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai misi dan program yang telah dirintis pendahulunya, khususnya dalam pelayanan masyarakat, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sementara itu, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Irjen Pol Totok Suharyanto untuk meneruskan kepemimpinan di Polda Sulbar. Keduanya diketahui merupakan rekan seangkatan di Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan sama-sama meniti karier di bidang reserse.
“Saya bersuka hati, bersenang hati dan bangga Mas Toto bisa melanjutkan tongkat estafet ini. Saya sangat mengenal Mas Toto. Kita sama-sama di Akademi Kepolisian tahun 1994. Kita sama-sama meniti karier di bidang reserse. Kita sama-sama dipanggil menjadi pengasuh Angkatan Lulusan 2000,” ungkap Adi Deriyan.
Pengalaman panjang bersama tersebut membuat Adi Deriyan menyatakan keyakinannya terhadap sosok penerusnya. Ia menilai Totok Suharyanto memiliki kemampuan mencari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Mas Toto selalu mampu memberikan solusi. Di setiap permasalahan, beliau selalu bisa menemukan jalan keluar. Itulah yang hebat dari beliau,” tuturnya.
Selain kemampuan menyelesaikan persoalan, Adi Deriyan juga menyoroti keteladanan Totok dalam menjalankan ibadah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi salah satu hal yang patut dicontoh dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.
Di penghujung masa jabatannya, Adi Deriyan turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel Polda Sulbar apabila selama memimpin terdapat perkataan atau teguran yang kurang berkenan.
“Selama saya memimpin, kadang saya menggunakan kata-kata yang keras, bahasa yang tegas. Kadang saya menegur, kadang saya memarahi. Itu bukan karena kemarahan yang tidak terukur, melainkan bentuk rasa kasih sayang saya kepada rekan-rekan. Jika ada kata-kata yang menyinggung atau kurang berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Ia juga mengenang masa pengabdiannya selama satu tahun satu bulan di Polda Sulbar yang dirasakannya berlalu begitu cepat. Kecintaannya terhadap institusi dan lingkungan tugas, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjalani pengabdian.
Adi Deriyan berpesan kepada seluruh personel agar mencintai tempat bertugas, memberikan kinerja terbaik, serta menjadikan pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat dan institusi.
“Terima kasih, Mas Toto. Saya dan keluarga mengucapkan selamat bertugas. Selamat melayani masyarakat Sulawesi Barat dan selamat menikmati keindahan serta kehangatan di wilayah ini,” katanya.
Sementara itu, Irjen Pol Totok Suharyanto menyampaikan komitmennya untuk meneruskan misi kepemimpinan yang telah dibangun oleh Adi Deriyan Jayamarta. Ia menegaskan bahwa kesinambungan kepemimpinan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Saya berkomitmen untuk meneruskan misi yang telah dibangun oleh Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta untuk melayani masyarakat dengan tulus, menegakkan hukum yang berkeadilan, dan menjaga keamanan serta ketertiban di seluruh wilayah Sulawesi Barat,” tegas Totok.
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Sulawesi Barat.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen melanjutkan pengabdian, estafet kepemimpinan Polda Sulbar diharapkan terus mendorong terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Pergantian pemimpin bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan kelanjutan pengabdian untuk menjaga Sulawesi Barat tetap aman, damai, dan sejahtera.










