Tekan Anak Putus Sekolah, Gubernur Sulbar Targetkan 550 Anak Kembali Sekolah di 2026

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka anak putus sekolah saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Sulbar, Sabtu (2/5/2026).

Usai upacara, Suhardi Duka mengungkapkan bahwa tingginya angka putus sekolah di Sulawesi Barat masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan terpadu. Ia menyebut, berbagai faktor menjadi penyebab utama, mulai dari tekanan ekonomi hingga persoalan sosial di kalangan remaja.

“Masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Faktornya beragam, ada karena kemiskinan, ada juga karena kenakalan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulbar, lanjutnya, telah menyiapkan langkah konkret dengan menargetkan sekitar 550 anak untuk kembali mengenyam pendidikan pada tahun 2026. Program ini dijalankan melalui sinergi antara dinas pendidikan dan pemerintah kabupaten di seluruh wilayah Sulbar.

“Ini langkah awal. Selanjutnya, kita akan menyisir hingga sekitar seribu anak untuk dikembalikan ke sekolah,” kata Suhardi.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulbar juga menyiapkan berbagai bantuan, mulai dari pembiayaan pendidikan hingga perlengkapan sekolah. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga, sekaligus mencegah anak-anak terjerumus ke dalam dunia kerja di usia dini.

“Kita siapkan biaya pendidikan dan perlengkapan, agar mereka tidak terbebani kondisi ekonomi orang tua dan tidak lagi menjadi tenaga kerja,” tegasnya.

Suhardi Duka juga menyoroti praktik mempekerjakan anak di bawah umur yang dinilai masih kerap terjadi akibat tekanan ekonomi. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, sekaligus mengancam masa depan generasi muda.

Menurutnya, upaya mengembalikan anak ke bangku sekolah bukan hanya program pemerintah, tetapi juga bagian dari pemenuhan hak dasar warga negara.

“Ini tanggung jawab pemerintah. Jika tidak dilakukan, berarti kita mengabaikan hak asasi manusia di bidang pendidikan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, upacara Hardiknas turut dihadiri Haris Iskandar, Widya Prada Ahli Utama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan anak putus sekolah secara bertahap dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor, demi menciptakan generasi yang lebih berdaya saing di masa depan.

Berita Terkait

Kafilah MTQ Sulbar Bertolak ke Semarang, Bawa Misi Harumkan Nama Daerah
Gubernur Suhardi Duka Siapkan 50 Beasiswa untuk Mahasiswa Unasman, Rektor Diminta Tentukan Penerima
2.006 Siswa Sulbar Dapat Beasiswa dan Perlengkapan Sekolah
Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 23:45 WIB

Kafilah MTQ Sulbar Bertolak ke Semarang, Bawa Misi Harumkan Nama Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 13:31 WIB

Gubernur Suhardi Duka Siapkan 50 Beasiswa untuk Mahasiswa Unasman, Rektor Diminta Tentukan Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

2.006 Siswa Sulbar Dapat Beasiswa dan Perlengkapan Sekolah

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Berita Terbaru