VSD Mengganas, Sulbar Gaspol Lindungi Kakao Polewali Mandar

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Ancaman penyakit Vascular Streak Dieback (VSD) terhadap komoditas kakao di Sulawesi Barat tak dianggap remeh. UPTD Balai Proteksi dan Perbenihan langsung tancap gas melakukan penyemprotan insektisida, fungisida, serta pengaplikasian pupuk NPK Kristalon di Kebun Induk Batu Panga Da’ala, Kecamatan Luyo, Selasa, 3 Maret 2026.

Langkah cepat ini dilakukan untuk menekan perluasan serangan VSD yang berpotensi menggerus produksi kakao—salah satu tulang punggung ekonomi Polewali Mandar dan Sulbar secara umum.

Penyemprotan tidak hanya menyasar tanaman yang telah terinfeksi, tetapi juga tanaman sehat sebagai langkah preventif. Strategi ini dinilai krusial agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas dan berdampak signifikan pada produktivitas kebun kakao.

Kepala Seksi Perbenihan UPTD Balai Proteksi dan Perbenihan Dinas Perkebunan Daerah Sulawesi Barat, Sabriani, menegaskan bahwa pengendalian dan pencegahan VSD merupakan langkah wajib untuk menjaga stabilitas produksi.

“Kita lakukan pengendalian dan pencegahan VSD agar dapat menekan semakin luasnya serangan, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan pada produksi dan produktivitas kakao ke depan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan insektisida, fungisida dan pupuk NPK Kristalon dilakukan sesuai dosis dan standar kebutuhan tanaman. Petugas di lapangan menerapkan prinsip 5T: tepat sasaran, tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara. Pendekatan ini penting untuk menghindari resistensi tanaman sekaligus memastikan efektivitas pengendalian penyakit.

Gerak cepat ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Sektor perkebunan, khususnya kakao, menjadi salah satu prioritas penguatan ekonomi daerah.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk terus mengawal peningkatan produksi dan produktivitas komoditas perkebunan.

“Kami akan terus memonitor dan mendorong pelaksanaan pengendalian hingga ke tingkat kelompok tani. Upaya ini penting agar kakao Sulbar tetap kompetitif dan menjadi penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan intervensi dini dan pengawasan berkelanjutan, Pemprov Sulbar berharap serangan VSD dapat dikendalikan sebelum berdampak lebih luas. Kakao bukan sekadar komoditas, tetapi denyut nadi ekonomi petani yang harus dijaga dari hulu hingga hilir.

Berita Terkait

SDK Bicara Maulid, Budaya Mandar hingga Dana Hibah 2027
Sulbar Petakan Risiko Iklim, SIDIK Jadi Andalan
DPRD Sulbar Soroti Data Desil, Bansos Diminta Tepat Sasaran
GPM Serentak di Mamuju, Pemprov Sulbar Tekan Harga Pangan dan Dorong UMKM
DPRD Sulbar Evaluasi APBD 2026, Dispoparekraf Diminta Perkuat Kinerja
Hari Jadi Sulbar ke-22 Disiapkan Meriah, Dispoparekraf Siap Gerakkan Partisipasi Masyarakat
Perpusip Sulbar Terima Karya Tulis tentang Peran Bawaslu
Rakor Organda Sulbar Dimatangkan, Maddareski Dorong Solusi Transportasi
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 23:05 WIB

SDK Bicara Maulid, Budaya Mandar hingga Dana Hibah 2027

Kamis, 3 September 2026 - 14:41 WIB

Sulbar Petakan Risiko Iklim, SIDIK Jadi Andalan

Kamis, 3 September 2026 - 14:37 WIB

DPRD Sulbar Soroti Data Desil, Bansos Diminta Tepat Sasaran

Kamis, 3 September 2026 - 14:34 WIB

GPM Serentak di Mamuju, Pemprov Sulbar Tekan Harga Pangan dan Dorong UMKM

Kamis, 3 September 2026 - 14:31 WIB

DPRD Sulbar Evaluasi APBD 2026, Dispoparekraf Diminta Perkuat Kinerja

Berita Terbaru

Advertorial

SDK Bicara Maulid, Budaya Mandar hingga Dana Hibah 2027

Sabtu, 5 Sep 2026 - 23:05 WIB

Hallo Polisi

URC Polres Mateng Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan di Babana

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:56 WIB

Hallo Polisi

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:24 WIB