Tim Trauma Healing Kodim 1402/Polmas Jelaskan Tahap Konseling Penyintas Pasca Bencana Sulbar

- Jurnalis

Sabtu, 23 Januari 2021 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLMAN- Hari Pertama Tim Trauma Healing Kodim 1402/Polmas lakukan Assesment kepada para pengungsi di beberapa Pengungsian di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (23/1/20)

Komandan Kodim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo, S.Hub.Int., M., M.Han Menyebut Bahwa hari ini Tim kita bagi empat dan semua melakukan asesmen awal terkait kondisi pengungsi.

“Babinsa sudah kita bekali dengan pengetahuan trauma healing dan mereka kita terjunkan bersama-sama dengan Tim Trauma Pulih Sulawesi Barat dan Mahasiswa Institut Agama Islam DDI Polman,” Kata Dandim.

Sementara, Wahyudi, SE., M. Ak., Ak., CH., C.Ht, Salah satu Hipnoterapis yang tergabung dalam Tim Trauma Healing Kodim 1402/Polmas Menjelaskan terkait Trauma Healing yang baru saja dibentuk bersama Kodim 1402/Polmas.

Menurutnya, Trauma merupakan dampak emosional akibat kejadian buruk yang dialami, Penyebab trauma ini tidak dapat dilepaskan dari suatu kejadian buruk dan cara seseorang memaknai peristiwa menyakitkan tersebut.

Masih dijelaskan Wahyudi Bahwa, Problem yang berpotensi mengakibatkan trauma dapat berupa pengalaman personal hingga kekacauan lingkungan yang tidak dapat dihindari. Sementara disadari bahwa gempa bumi merupakan bencana tak terduga yang bersifat menghancurkan.

Setelah bencana, korban cenderung lebih sensitif terhadap apa yang ada di sekelilingnya. Ingatan, suara, bau, sensasi, dan perasaan dalam hati akan selalu membuat mereka terngiang akan bencana alam yang meskipun sudah lama berlalu.

“Trauma tersebut bahkan bisa menghancurkan mental, pandangan, dan reaksi emosional korban,” Tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan dia, Dampak psikologis yang dialami oleh para korban bencana cukup variatif, seperti kehilangan anggota keluarga, kecemasan tinggi anak dibawah umur, depresi, bahkan menuju arah kehilangan kepercayaan diri.

Selain itu dijelaskan bahwa yang sudah dilakukan oleh Tim Trauma Healing Sabtu Hari ini adalah langkah awal untuk mengidentifikasi keadaan traumatik para korban yang diduga penyintas traumatik, praktisi hipnoterapi menggunakan pendekatan pacing atau penyamaan kondisi dan sejumlah pertanyaan berjawaban iya atau yes set untuk memudahkan penelusuran terkait kedalaman traumatik yang dialami.

Selanjutnya kegiatan Trauma Healing dan konseling penyintas kedepan adalah seperti dengan tahapan hipnotis pada umumnya, dimulai dari pra induksi, kemudian diinduksi, lanjut lagi dengan pemberian sugesti dan diakhiri dengan terminasi. Pungkasnya. (Zik)

Berita Terkait

Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah
Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen
Satgas MBG dan Dispangda Sulbar Matangkan Kesiapan Program Makan Bergizi Gratis
SDK Lantik Rektor UNSUMA: Perguruan Tinggi Wajib Jawab Kebutuhan Dunia Kerja
Gubernur SDK Ultimatum 13 Perusahaan Sawit: Naikkan Harga TBS atau Siap Hadapi Sanksi Pencabutan Izin
DPRD Sulbar Susun Agenda Kerja Strategis 2026
Lansia Tewas dalam Kebakaran Rumah di Tapango, Kerugian Capai Rp50 Juta
Kominfo Sulbar Integrasikan Data Stunting, Perkuat Program Pastipadu 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:14 WIB

Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:11 WIB

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:08 WIB

Satgas MBG dan Dispangda Sulbar Matangkan Kesiapan Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:42 WIB

Gubernur SDK Ultimatum 13 Perusahaan Sawit: Naikkan Harga TBS atau Siap Hadapi Sanksi Pencabutan Izin

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:50 WIB

DPRD Sulbar Susun Agenda Kerja Strategis 2026

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB