Bank Sulselbar Mamuju Salurkan KUR Untuk Petani

- Jurnalis

Senin, 21 Juni 2021 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, Rakyatta.co — Bank Sulselbar cabang utama mamuju hari ini dipastikan telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) untuk pembiayaan petani komoditas jagung sebagai aktualisasi dari nota kesefahaman yang telah ditandatangani bersama sejumlah leading sektor terkait serta komunitas petani Keren di kecamatan papalang pada awal bulan april 2021.

Penandatanganan MOU sekaligus penyerahan dana KUR yang diperuntukkan terhadap petani dengan luas areal 10.000 Ha, diserahkan kepada fasilitator pembiayaan petani swadaya sulawesi barat yang terdiri dari PT. Amory multi quality dan PT. Karya agung prawita, serta PT. Jasindo, disaksikan oleh Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi di kantor bupati sementara Sapota (Senin, 21 Juni 2021)

Atas aktualisasi pembiayaan petani melalui dana KUR tersebut, Bupati Sitti Sutinah Suhardi mengaku menyambut baik atas langkah maju dari pihak perbankan, karena menurutnya pengembangan sektor pertanian tentu tidak cukup hanya melalui intervensi Sumberdaya manusia, ataupun pemanfaatan teknologi pertanian, diperlukan pula bantuan modal dari perbankan untuk menjalankan usaha pertanian.

“Ini tentu angin segar bagi para petani, sekaligus menjadi win-win solution terhadap banyak pihak yang akan mendapatkan keuntungan dengan segmentasi dan parameter berbeda” Kata Sutinah.
Ditambahkan, adanya pembiayaan KUR akan sangat membantu dalam memberikan sentuhan terhadap sektor pertanian yang diyakini tetap membutuhkan intervensi dari hulu-kehilir, sehingga kualitas sektor pertanian akan terus meningkat.

Abdul Wahab sebagai fasilitator Program, menjelaskan, besaran dana KUR dengan nilai sepuluh juta per hektar, dengan skema penyaluran sampai tiga tahap, tahap pertama dalam betuk SAPRODI (Sarana Prodiksi Pertanian) berupa benih, pupuk, isektisida dan lainnya, tahap ke dua berupa biaya pemeliharaan dan yang ke tiga adalah biaya panen dan kedepannya akan bertambah platformnya.

Lanjut Abdul mengatakan, ada tiga kesimpulan masalah dalam pertanian kita yaitu penyerapan teknologi, modal kerja dan pasar maka dari itu ia berharap petani di Kabupaten Mamuju bisa mandiri bila ingin menanam dan dengan tersedianya platform di perbankan maka petani hanya perlu bermohon saja ke ketua kelompok tani masing-masing.

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Partai Belum Final, Rudi Tempuh Gugatan ke PN Jakarta Pusat
Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:55 WIB

Putusan Mahkamah Partai Belum Final, Rudi Tempuh Gugatan ke PN Jakarta Pusat

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Berita Terbaru