Pemkab Wajo Luncurkan dan Sosialisasi Go Cantik untuk Penanganan DBD

- Jurnalis

Kamis, 12 Agustus 2021 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO – Pencegahan demam berdarah dengue (DBD) menjadi “pekerjaan rumah” serius bagi pemerintah di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir muncul puluhan bahkan ratusan kasus.

Berangkat dari masih banyaknya kasus DBD yang terjadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menghadirkan inovasi berupa aplikasi bernama Go Cantik.

Go Cantik adalah akronim dari Gerakan Wajo Mencari Jentik. Pemkab Wajo baru saja meluncurkan aplikasi itu di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Go Cantik Rabu (12/8/2021).

Kepala Dinkes Wajo, Armin, menjelaskan apa itu Go Cantik. Go berarti mengajak, Cantik artinya Cari Jentik nyamuk. Gerakan ini bertujuan menjadikan Wajo sebagai kabupaten bebas jentik sehingga memiliki manfaat untuk masyarakat sehat, produktif, dan sejahtera.

Adapun output-nya meningkatnya peran serta keluarga dan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD). Sementara outcome-nya meningkatnya angka bebas jentik diatas 95 persen, serta terbentuknya rumah tangga, perkantoran, sekolah, dan lingkungan bebas jentik.

“Tahapan rencana strategis telah kami laksanakan mulai dari pembentukan tim kerja, penyusunan modul Go Cantik, regulasi berupa  Peraturan Bupati Go Cantik Nomor 126 Tahun 2021 sampai tahap launching dan dan sosialisasi hari ini,” beber Armin.

Melalui Go Cantik, lanjutnya, pemerintah bisa bekerja sama para stakeholder termasuk pengusaha ikan hias/ikan cupang untuk mengurangi jentik di rumah atau perkantoran.

Mendukung program Go Cantik yang mengutamakan penggerakan masyarakat, Dinkes bekerja sama dengan Dinas Informasi, Komunikasi, dan Statistik Wajo untuk memaksimalkan pelaporan berbasis android yang bisa langsung diakses melalui telepon seluler.

“Terima kasih kami ucapkan atas dukungan dari semua stakeholder, semoga inovasi Go Cantik ini menjadi salah satu program di Kementerian Kesehatan dan nantinya dapat diimplementasikan di seluruh indonesia,” harap Armin.

Sementara, Bupati Wajo, Amran Mahmud, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Dinkes Wajo atas terobosan dan inovasinya dalam rangka mencegah penyebaran penyakit DBD.

“Terimakasih Direktur P2PTVZ Kemenkes RI, Kadis Kesehatan Provinsi, Puslatbang KMP LAN RI Makassar, yang telah memberikan bimbingan, atas inovasi Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo dalam menanggulangi penyakit DBD,” kata Amran Mahmud.

Amran Mahmud menyebut penyakit DBD bukan hanya tanggung jawab bidang kesehatan, melainkan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Berdasarkan data jumlah kejadian DBD dalam tiga tahun mengalami fluktuasi, tahun 2018 sebesar 60 kasus, 2019 sebesar 297 kasus, 2020 sebesar 124 kasus, tahun 2021 sampai bulan Juli 115 kasus,” sebut Amran Mahmud.

“Penyebarannya hampir di semua kecamatan, sementara angka kematian akibat DBD hampir setiap ada. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, penyebab umumnya adalah penderita terlambat dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.”

Masalah yang terjadi saat ini, lanjut Amran Mahmud, adalah masih belum optimalnya peran serta masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk. Kehadiran Go Cantik pun diharapkan bisa membawa perubahan positif.

Gerakan ini sejalan dengan program nasional yaitu gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (jumantik) dan tema ASEAN Dengue Day (ADD) tahun ini adalah Bersama Lawan Dengue.

Peluncuran dan sosialisasi Go Cantik dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD Wajo, kepala perangkat daerah, camat, lurah, LSM, dan pers. (*)

Berita Terkait

Tokoh Masyarakat Apresiasi Keberhasilan KDMP di Kabupaten Pasangkayu
Polresta Mamuju Perkuat Sosialisasi Jelang Eksekusi Lahan, Warga Diimbau Tak Mudah Terprovokasi
Perselisihan Batas Tanah Selesai Tanpa Pengadilan, Bhabinkamtibmas Polsek Tommo Hadirkan Solusi Damai
Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog
Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare
Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan
Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru
Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:15 WIB

Tokoh Masyarakat Apresiasi Keberhasilan KDMP di Kabupaten Pasangkayu

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:30 WIB

Polresta Mamuju Perkuat Sosialisasi Jelang Eksekusi Lahan, Warga Diimbau Tak Mudah Terprovokasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:51 WIB

Perselisihan Batas Tanah Selesai Tanpa Pengadilan, Bhabinkamtibmas Polsek Tommo Hadirkan Solusi Damai

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:51 WIB

Tak Berhenti di 250 Ton, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polresta Mamuju Cetak Rekor Pengiriman Jagung ke Bulog

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare

Berita Terbaru