Safari Ramadan di Uraiyang, Bupati Wajo Apresiasi Eksistensi Pengrajin Pattapi

- Jurnalis

Senin, 25 April 2022 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO – Bupati Wajo, Amran Mahmud, meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) untuk fokus melakukan pendampingan terhadap sentra produksi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Salah satunya dari segi pendanaan.

Amran Mahmud menyampaikan hal itu saat mengunjungi dan melihat proses pembuatan pattapi Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Senin (25/4/2022). Kunjungan Amran Mahmud yang didampingi istri yang Ketua Kabupaten Wajo, Sitti Maryam, merupakan rangkaian safari Ramadan ke kecamatan setempat.

Salah satu kerajinan yang diproduksidi Kecamatan Majauleng, khususnya di Kelurahan Uraiyang adalah pattapi atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan tapis atau tampah.

Pattapi banyak digunakan masyarakat untuk menapis beras atau memisahkan antara beras dengan sisa-sisa sekam termasuk kotoran lainnya yang biasa ikut pada beras ketika proses penggiligan. Pattapi juga biasa dijadikan tempat penyajian kue-kue atau jajanan pasar.

Tampak Amran Mahmud dan Sitti Maryam asyik berinteraksi dengan para pengrajin, bahkan pasangan keduanya banyak bertanya kepada mereka yang sedang mengerjakan kerajinannya.

Orang nomor wahid di Bumi Lamaddukelleng ini mengapresiasi keberadaan sentra produksi tersebut. Menurutnya, selain merupakan kerajinan tradisional, saat ini keberadaan pattapi masih dibutuhkan.

Ia pun meminta kepada Kepala Disperindagkop Wajo untuk melakukan pendampingan terhadap sentra produksi pattapi tersebut.

“Sentra UMKM seperti ini harus terus kita dampingi. Selain di-support pendanaan, juga perlu diupayakan carikan inovasi untuk lebih mempermudah pekerjaannya,” ucap kepala daerah bergelar doktor ini.

Ketika salah seorang pengrajin yang ditanya Amran Mahmud terkait harga dari satu buah pattapi, ia menjawab harganya bervariasi.

“Ada bermacam-macam harganya, mulai dari Rp30 ribu, Rp50 ribu, dan Rp60 ribu. Tergantung dari ukurannya, semakin besar semakin mahal,” ucapnya.

Diketahui, safari Ramadan di Kecamatan Majauleng hari ini diawali dengan salat Zuhur di Kelurahan Macanang, mengunjungi lokasi UMKM kelompok pembuatan pattapi di Kelurahan Uraiyang, salat Asar di Desa Laerung, dan mengunjungi pasar kuliner Desa Rumpia. (*)

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru