Munas HIPMI Lampung Disorot, BPD HIPMI Sulbar Minta Lokasi Dipindah

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Barat, Zulfikar Suhardi

Foto: Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Barat, Zulfikar Suhardi

MAMUJU — Penetapan Lampung sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menuai sorotan dari sejumlah Badan Pengurus Daerah (BPD). Dinamika menjelang pelaksanaan Munas disebut semakin memanas setelah muncul dugaan keberpihakan pejabat daerah terhadap salah satu calon ketua umum.

Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Barat, Zulfikar Suhardi, menilai lokasi Munas di Lampung sudah tidak lagi ideal untuk menjaga netralitas dan kondusivitas forum organisasi pengusaha muda tersebut.

Menurut Zulfikar, pada awalnya seluruh ketua BPD HIPMI memang sepakat menyerahkan keputusan lokasi Munas kepada Ketua Umum BPP HIPMI, dengan pertimbangan utama kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam agenda tersebut.

“Pada perjalanannya memang waktu SDP di Makassar semua ketum BPD sepakat bahwa lokasi Munas diserahkan kepada keputusan Ketum BPP selama presiden dapat hadir. Namun itu terjadi sebelum ada dinamika dan eskalasi yang semakin tinggi seperti saat ini,” ujar Zulfikar, Minggu (24/5/2026).

Ia menjelaskan, dinamika internal mulai berubah setelah forum para ketua umum BPD yang digelar sehari sebelum debat kedua di Bali. Dalam pertemuan itu, mayoritas BPD disebut menginginkan agar lokasi Munas dipindahkan demi menjaga independensi dan kenyamanan peserta.

“Maka pada forum ketum yang dilaksanakan sehari sebelum debat kedua di Bali, mayoritas BPD menyatakan agar lokasi Munas bisa dipindahkan,” lanjutnya.

Zulfikar menegaskan, sorotan terhadap Lampung muncul setelah adanya pernyataan dukungan terbuka dari seorang pimpinan tertinggi daerah kepada salah satu calon ketua umum HIPMI. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi jalannya Munas.

“Lokasi Munas di Lampung sudah tidak tepat lagi ketika seorang pemimpin tertinggi di suatu daerah telah menyatakan memberikan dukungan secara terbuka kepada salah satu calon. Walaupun tidak menjadi peserta pada Munas HIPMI nanti, namun ia adalah otoritas tertinggi di suatu daerah dan tentu banyak hal yang dapat ia intervensi melalui otoritas yang ia miliki,” tegasnya.

Pernyataan itu pun memunculkan diskursus baru di internal HIPMI terkait pentingnya menjaga netralitas penyelenggaraan Munas agar proses demokrasi organisasi tetap berjalan sehat, transparan, dan bebas dari intervensi kekuasaan.

Sejumlah kader HIPMI di berbagai daerah kini disebut tengah menunggu keputusan resmi dari Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI terkait kepastian lokasi pelaksanaan Munas di tengah meningkatnya tensi politik organisasi.

Berita Terkait

HUT RI ke-81 di Depok, Kapolres Metro Depok Bacakan Pancasila
SMSI Anugerahkan Penghargaan kepada 16 Tokoh Nasional dan Daerah Peduli Kemerdekaan Pers
SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat
Gempa M 6,7 Guncang Sigi, 1 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak
71 Gempa Susulan Guncang Palu Usai Gempa M6,7, Warga Diminta Tetap Waspada
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Sulawesi Barat
Ketua DPP IJS Sulbar Terima Kunjungan Ketua DPW IJS Pasangkayu, Perkuat Sinergi Organisasi
Respons Perubahan Global, Firdaus Intruksikan Anggota SMSI Jadi Pemandu Informasi yang Sehat
Berita ini 241 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:49 WIB

HUT RI ke-81 di Depok, Kapolres Metro Depok Bacakan Pancasila

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:08 WIB

SMSI Anugerahkan Penghargaan kepada 16 Tokoh Nasional dan Daerah Peduli Kemerdekaan Pers

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:22 WIB

SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:59 WIB

Gempa M 6,7 Guncang Sigi, 1 Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:24 WIB

71 Gempa Susulan Guncang Palu Usai Gempa M6,7, Warga Diminta Tetap Waspada

Berita Terbaru