SIGI – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026), mengakibatkan satu warga meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka, serta ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Berdasarkan data kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sigi yang diperbarui hingga pukul 20.29 WITA, tercatat satu orang meninggal dunia, 20 orang mengalami luka ringan, dan 13 orang lainnya mengalami luka berat akibat bencana tersebut.
Korban meninggal dunia diketahui berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo. Sementara itu, jumlah korban luka ringan terbanyak dilaporkan berada di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dengan total mencapai 16 orang.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, gempa juga menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada sektor permukiman. Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 466 unit rumah terdampak, terdiri dari 390 rumah rusak ringan, 64 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami dampak akibat guncangan gempa, meliputi dua unit kantor, tiga masjid, sebelas gereja, serta satu unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Adapun wilayah yang terdampak gempa tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Desa Bora dan Watunonju di Kecamatan Sigi Kota. Kemudian Desa Ampera, Tongoa, Wuwunii, Ranteleda, Lembantongoa, Sejahtera, Rahmat, Bakubakulu, dan Rejeki di Kecamatan Palolo.
Selain itu, Desa Kamarora A dan Kamarora B di Kecamatan Nokilalaki, Desa Sibalaya Utara dan Sibalaya Barat di Kecamatan Tanambulava, serta Desa Puroo di Kecamatan Lindu juga tercatat mengalami dampak akibat gempa tersebut.
BPBD Kabupaten Sigi menyampaikan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan di lapangan. Oleh karena itu, jumlah korban maupun tingkat kerusakan masih berpotensi berubah seiring bertambahnya laporan dari wilayah terdampak.
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya masih melakukan asesmen dan penanganan darurat guna membantu warga yang terdampak serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.










