Berikut Ungkapan Kasus Polres Majene Selama 14 Hari Gelar Operasi Pekat

- Jurnalis

Selasa, 30 Agustus 2022 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majene – Menggelar Oparasi Kewilayahan selama 14 hari dengan sandi pekat, Polres Majene berhasil mengungkap berbagai kasus yang menjadi target operasi seperti Jambret dan judi online.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Wapolres Majene Kompol Ujang Saputra saat menggelar press release bersama para perwakilan media, Selasa (30/8/22) di Aula Mapolres.

Ada beberapa kasus kejahatan yang berhasil diungkap kata Wakapolres diantaranya jambret dan judi online.

Untuk kasus jambret ada 3 pelaku yang diamankan sementara kasus judi online ada 1 pelaku dan saat ini dalam penyelidikan lebih lanjut.

Dijelaskan lebih lanjut semua tersangka diamankan pihak kepolisian dari laporan dan informasi warga di lapangan. Intinya selama operasi seluruh tim terus sisir wilayah yang disinyalir terdapat indikasi gangguan kamtibmas.

Meskipun Operasi sudah usai, sambung Wakapolees pihaknya menegaskan jajaran Polres Majene akan tetap terus melanjutkan operasi sebagai upaya untuk membasmi penyakit masyarakat di Kabupaten Majene.

Dikesempatan yang sama Kasat Reskrim Iptu Eru Reski menguraikan dari dua kasus yang berhasil diungkap ini ada 4 tersangka yang diamankan tiga diantaranya pelaku judi dengan identitas AS (26) warga Dusun Lombok Desa Galung Lombok Tinambung, MT (24) warga Dusun Pure II Desa  Sinyonyoi Kalukku dan AL (29) warga Dusun Malolo Kalukku Barat (penada).

Ketiganya dijerat dengan pasal 363 Ayat 1 ke-4 Jo pasal 480 ayat 1 KUH. Pidana dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun penjara.

Sedangkan satu pelaku judi online dengan identitas JS (34) warga lingkungan teppo Majene. Dari pemeriksaan yang dilakukan diamankan barang bukti berupa uang tunai dengan pecahan 50.000 sebanyak dua lembar, 20.000 sebanyak satu lembar, 10.000 sebanyak lima lembar, 5.000 sebanyak 6 lembar dan 2.000 sebanyak 6 lembar.

Barang bakti lainnya yang ikut diamankan berupa ATM atas nama pelaku dan sebuah handphone. Atas perbuatannya JS dijerat dengan Pasal 45 Ayat 2 Jo Pasal 27 Ayat dua atas perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi informasi serta pasal 303 KHU.Pidana pidana penjara paling lama Enam tahun dan denda paling banyak 1 Miliar.

Berita Terkait

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Berita Terbaru