Hujan Mulai Mengguyur, Bupati Minta Jajaran maupun Masyarakat Waspada Banjir

- Jurnalis

Selasa, 30 Agustus 2022 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO – Bupati Wajo, Amran Mahmud, menginstruksikan kepada jajaran camat, lurah, dan kepala desa, untuk waspada serta aktif memantau perkembangan di wilayahnya masing-masing, khususnya daerah rawan banjir. Ini mengingat beberapa hari terakhir hujan mengguyur wilayah Bumi Lamaddukelleng.

Beberapa telah melaporkan wilayahnya tergenang banjir. Salah satunya di Desa Liu, Kecamatan Majauleng. Selain itu, di Desa Poleonro, Kecamatan Gilireng, air sudah menggenangi jalan.

Amran Mahmud yang mendapatkan laporan ini meminta kepada camat setempat untuk bergerak cepat (gercep) berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wajo untuk penanganan lebih lanjut.

“Pantau-ki terus, Pak Camat. Perlu kita cari tahu juga apa penyebabnya,” tulis Amran Mahmud di grup WhatsApp, Selasa (30/8/2022), mengomentari laporan dari Camat Majauleng, M. Jaya Eka Putra.

Selain kepada jajaran, Amran Mahmud juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat ingin beraktivitas di luar rumah. “Begitupun agar barang-barang dan dokumen berharga agar diamankan. Kalaupun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih mudah untuk menyelamatkannya,” pesan Ketua DPD PAN Wajo ini.

Amran Mahmud juga meminta seluruh masyarakat berdoa dan berharap agar Wajo terhindar dari bencana. “Kita berdoa semoga Kabupaten Wajo senantiasa diselamatkan dari segala bencana dan mara bahaya,” ucapnya.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Wajo, Sri Irmayanti, menyampaikan pihaknya tetap mengantisipasi untuk segala kemungkinan. “Kita sudah dapatkan informasi dan laporannya. Kita tetap memantau perkembangan. Jika memang dibutuhkan, kita akan segera turunkan tim TRC serta berkomunikasi dengan unit penanganan bencana lainnya,” ucap Irmayanti.

Camat Majauleng, M. Jaya Eka Putra, menyampaikan berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun, cepatnya muncul genangan dikarenakan penampang sungai mengecil akibat sedimentasi dan banyaknya sampah. Daerah resapan air di hulu juga sudah berkurang.

“Untungnya Bendungan Paselloreng ditutup. Jika pintu airnya tidak ditutup, pasti akan luas daerah yang terkena dampak banjir,” kata dia.(*)

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru

Advertorial

Lawan Penipuan Digital, Pemprov Sulbar Luncurkan Scam Ready ASEAN!

Kamis, 22 Okt 2026 - 21:26 WIB