MAMUJU — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sulbar angkat bicara ditengah penyelenggaraan festival sandeq yang di gelar di kalimantan timur.
Menurut, Ketua DPD GMNI Sulbar Sugiarto, rangkaian penyelenggaraan acara puncak festipal sandeq 2022, yang dilaksanakan di Kota Balikpapan kalimantan Timur tentu sangat disayangkan, terlebih festival yang dirindukan itu tidak berdampak signifikasi pada masyarakat lokal di Sulbar.
“Tidak ada dampak sinifikan. Kalau saja festival ini dilaksakan di sulbar berapa masyarakat lokal yang tersentuh langsung, baik UMKM maupun pengrajin lokal,” Kata Sugiarto, Jumat 9 September 2022.
Selain dinilai tidak berdampak bagi masyarakat lokal, keberangkatan sejumlah pejabat yang berbondong-bondong ke balikpapan, kalimantan timur dinilai sangat merugikan.
“Pejabat kita berbondong-bondong ke Balikpapan. Berbondong-bondongnya pejabat ke Kaltim itu, sangat merugikan masyatakat Sulbar,”Ujarnya.
Dengan keberangkatan sejumlah pejabat, dinilainya hanya menghambur-hamburkan uang dengan menggunakan perjalanan dinas yang semestinya dapat digunakan untuk pemulihan ekonomi kita.
“Berapa banyak biaya yang harus di keluarkan. Seharusnya biaya untuk ke sana (balikpapan) bisa dihamburkan di Sulbar sebagai dorongan untuk pemulihan ekonomi,”Ucapnya.
Terakhir kata dia, Pj Gubernur Sulbar hanya menjadikan festival sandeq sebagai batu loncatan untuk mengejar eksistensi saja. Sangat berbeda dengan wacana yang beliau (Pj Gubernur) lemparkan seusai dilantik jadi Pj bulan Mei lalu, yang melarang OPD melakukan kegiatan diluar Sulbar dengan maksud untuk menghamburkan uang.
“Saya menganggap jika Pj Gubernur tidak benar-benar melakukan pembangunan untuk Sulbar, tetapi lebih menganggap jika PJ Gubernur sedang mengibuli masyarakat Sulbar,”Pungkasnya.(*)










