Atasi Kekeringan di Sulbar-Sulteng, Abipraya Pastikan Bendungan Budong Budong Tuntas 2023

- Jurnalis

Jumat, 30 September 2022 - 02:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) memastikan pembangunan Bendungan Budong Budong yang terletak di Kecamatan Budong Budong, Sulawesi Barat, bisa selesai tepat waktu sesusai rencana yakni tahun 2023 mendatang. 

Hal itu dipastikan oleh Komisaris Utama PT Brantas Abipraya, Haryadi, usai melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan bendungan tersebut.

“Hadirnya bendungan ini nantinya menjadi solusi untuk persoalan penanganan banjir, suplai air di musim kemarau, kekeringan hingga solusi untuk mendukung upaya ketahanan pangan daerah,” ungkap Haryadi. 

Dia menyatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang konstruksi, dukungan infrastruktur yang digarap PT Brantas Abipraya (Persero) pun dilakukan untuk memberikan solusi yang permasalahannya timbul di masyarakat.

“Kami akan terus memastikan Bendungan Budong-Budong ini dapat tuntas tepat waktu, mutu dan biaya. Perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) di Indonesia, melalui proyek ini Brantas Abipraya ingin menunjukkan komitmen kami, berkontribusi dan berperan aktif memberikan solusi atas tantangan tersebut,” ujar Haryadi.

Masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Bendungan Budong Budong ini ditargetkan tuntas tahun 2023. Bendungan Budong Budong dibangun sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020.

Ditambahkan Haryadi, tujuannya untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air. Bendugan Budong Budong dibangun dengan kapasitas tampungan 65,18 juta meter kubik dengan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.577 hektare.

Haryadi mengatakan dengan adanya bendugan ini sangat berpotensi menjadi objek wisata, karena bendungannya cukup besar, nantinya pun diharapakan Bendungan Budong Budong dapat menyokong pertumbuhan ekonomi warga lokal.  

Selain irigasi dan penyediaan air baku, pembangunan bendungan ini, diperlukan sebagai pengendali banjir. Apalagi kawasan rawan bencana banjir seperti Kecamatan Budong Budong, Topoyo, dan Karossa di Sulawesi Barat.

Sebagai tambahan informasi, bendungan tersebut juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik, sehingga kehadirannya nanti akan mendukung program ketahanan pangan dan air. Juga berfungsi sebagai pengendali banjir, kekeringan, dan daerah resapan.  

Serta untuk meningkatkan ketersediaan air tanah, sekaligus sebagai sumber air baku. Air baku tersebut merupakan keperluan air bersih rumah tangga, tempat umum, industri, dan lain lain. 

“Pengerjaan Bendungan Busong-Budong ini akan kami optimalkan sebagai upaya Brantas Abipraya dalam mengatasi permasalahan banjir. Tentunya dengan menerapkan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memitigasi adanya kecelakaan kerja ataupun penyebaran penyakit di lingkungan proyek. Semua ini dilakukan untuk mencapai target selesainya pekerjaan,” ujar Haryadi. 

Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik menyatakan mendukung upaya pemerintah pusat dalam membangun Bendungan Budong Budong. Menurut Akmal, Bendungan Budong Budong akan memberikan manfaatan bagi masyarakat Sulbar secara nyata. Namun demikian, Akmal Malik berharap agar masalah sosial yang timbul dalam proses pembangunan bendungan itu dapat diselesaikan secara baik dan saling menguntungkan.  

“Hadirnya Bendungan Budong Budong ini akan memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya di Sulbar,” terang Akmal Malik yang juga merupakan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah, Kementerian Dalam negeri.(*)

Berita Terkait

Polsek Kalumpang dan BKO Polresta Mamuju Sigap Tangani Perkelahian Antar Desa, Hasil Mediasi Sepakat Damai
Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43 WIB

Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Divisi Hukum Polri Asistensi Sisdivkum dan JDIH di Polresta Mamuju

Senin, 8 Jun 2026 - 15:45 WIB