Jelang Nataru, Pj Gubernur Bahtiar Bersama Forkopimda Tinjau Langsung Stok Bahan Pokok

- Jurnalis

Rabu, 11 Desember 2024 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Jelang perayaan natal dan tahun baru Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin bersama forkopimda meninjau langsung stok bahan pokok, Rabu 11 Desember 2024.

Peninjauan pertama dilakukan di distribusi minyak di Jalan Ahmad Kirang Mamuju. Kemudian dilanjutkan meninjau gudang Bulog Mamuju.

Stok minyak, beras hingga teregu cukup banyak, bahkan bisa sampai enam bulan kedepan.

Hadir mendampingi Pj Sekprov Amujib, Wakapolda Sulbar, perwakilan Korem 142/Tatag, Kabinda, Perwakilan BI, Danlanal Mamuju, Sekda Mamuju, tim pengendali inflasi, dan pejabat lainnya.

Pengusaha minyak goreng Yunus mengatakan sangat senang dikunjungi rombongan Pemprov Sulbar dan forkopimda.

“Saya bersyukur dan berterima kasih karena dikunjungi serta melihat langsung di lapangan terkait kondisi harga bahan pokok terutama minyak goreng jelang natal,” kata Yunus.

Ia mengungkapkan adanya penambahan tangki untuk memenuhi kebutuhan natal dan tahun baru 2025.

“Harga yang kita jual sesuai harga dari pemerintah dan stoknya cukup jelang natal maupun tahun baru,” bebernya.

Sedangkan, Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin mengungkapkan kemarin sudah mendapat pengarahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, tentang pentingnya Swasembada pangan.

“Menjadi negara berdaulat minimal syaratnya adalah harus Swasembada pangan, ditambah dipengaruhi geopolitik hingga geoekonomi dunia yang tidak menentu,” ucap Bahtiar.

Makanya, diminta setiap provinsi, kabupaten, dan desa ada lumbung pangan, karena zaman Soeharto sudah ada dan sekarang sudah hilang lagi.

“Kita di Sulbar sudah sangat bagus, karena pada bulan November 2024 kemarin inflasi kita 1,18 persen, dimana kita nomor 11 terbaik seluruh Indonesia,” bebernya.

Namun, memang ada pergerakan harga cukup signifikan khususnya cabe rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.

“Makanya kita turun mengecek jalurnya apakah barangnya tidak ada atau jalur distribusinya bermasalah. Saya sudah instruksikan seluruh bupati untuk melakukan operasi pasar,” ungkapnya.

Kemudian, satgas pangan yang sudah dibentuk untuk memastikan alur distribusi berjalan lancar, jangan sampai ada praktek usaha nakal ditengah masyarakat menyambut natal dan tahun baru.

“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada kejadian, secara umum distribusi kita cukup baik. Memang khusus cabe produksi kita terbatas, makanya harus tanam cabe dari sekarang supaya nanti bulan tiga bisa panen pas ramadan,” imbuhnya.

Termasuk, bawang merah Sulbar berpotensi bedar, tapi saat ini masih tergantung pada Kabupaten Enrekang Sulsel. Majene hingga Polman bisa membudi daya bawang merah.

“Ini perlu juga permodalan terutama KUR dan kredit usaha lainnya dengan bimbingan lembaga terkait. Mestinya yang seperti bisa kita selesaikan termasuk daging ayam ras yang seharusnya bisa kita produksi sendiri,” ujarnya.

Selain itu, melayani masyarakat tidak lupa melayani produsennya, jangan sampai masyarakat harga produksinya menurun.

“Ada beberapa kendala harus kita sampaikan seperti terjadi deflasi karena jumlah produksi ikan layang tinggi sekali dan harganya murah. Semua wilayah kita belum ada gudang basah yang bisa menampung cabe, tomat, bawang, sampai ikan,” paparnya.

Salah satu, provinsi seperti Jakarta tidak ada produksi Cabe, bawang hingga tomat, namun memiliki gudang basah tempat penyimpanan.

“Kita ini banyak gunung, makanya diperlukan gudang basah dan mobil box. Disisi lain anggaran kita minim, makanya perlu bantuan kementerian untuk mengatasi masalah ini dan kita sudah meminta bantuan itu,” tandasnya

Berita Terkait

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah
Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:16 WIB

Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:13 WIB

Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:51 WIB

Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar

Berita Terbaru

Sorot

IJS Sulbar Kecam Oknum Wartawan Diduga Ancam Narasumber

Sabtu, 6 Jun 2026 - 16:57 WIB

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar: Lindungi Anak dari Kekerasan dan Bahaya Medsos

Sabtu, 6 Jun 2026 - 07:51 WIB