Mamuju – Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penanggulangan bencana, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah menjadi narasumber pada Pelatihan Dasar Manajemen Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Barat di Kantor KONI Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (21/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Yasir Fattah membawakan materi “Manajemen Penanganan Darurat Bencana” yang diikuti oleh peserta pelatihan dari berbagai unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
Muhammad Yasir Fattah menjelaskan bahwa fase penanganan darurat merupakan tahapan yang sangat krusial dalam siklus penanggulangan bencana karena berorientasi pada penyelamatan jiwa, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta pengendalian dampak bencana agar tidak semakin meluas.
“Penanganan darurat bukan hanya tentang merespons kejadian, tetapi bagaimana seluruh sumber daya dapat dikelola secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi. Kecepatan pengambilan keputusan serta sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan masyarakat,” ujar Yasir Fattah.
Ia menambahkan, keberhasilan penanganan darurat sangat bergantung pada kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, TNI/Polri, relawan, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat.
Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar penanganan darurat bencana, mekanisme penetapan status keadaan darurat, sistem komando penanganan darurat, koordinasi lintas sektor, kaji cepat, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), pelayanan pengungsian, logistik dan peralatan, pelayanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, komunikasi dan informasi, hingga transisi menuju pemulihan.
Kalaksa BPBD Sulbar juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan simulasi secara berkelanjutan sehingga mampu bertindak cepat dan profesional ketika terjadi bencana.
“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di Sulawesi Barat,” tutup Yasir Fattah.










