Tanah Longsor Mamuju, Pj Bahtiar Ucapkan Duka Mendalam, Sulbar Telah Tetapkan Darurat Bencana

- Jurnalis

Senin, 27 Januari 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Pemprov Sulawesi Barat menyatakan turut berbelasungkawa kepada korban bencana alam tanah longsor di Dusun Tamasapi Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, Sulbar yang terjadi pada Minggu tanggal 26 Januari 2025, pukul 23.15 Wita.
“Kami turut berbelasungkawa dan menyatakan duka sedalam dalamnya terhadap korban dan penyintas bencana longsor di Mamuju. Insya Allah, Pemprov selalu hadir di tengah tengah warga yang terdampak longsor” ujar Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, Senin 27 Januari 2025.

Bahtiar mengungkapkan bahwa pihaknya dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulbar sejak minggu telah bergerak menuju lokasi bencana. Begitu mendapat informasi, Pj Bahtiar memerintahkan BP,BD Sulbar untuk segera bergerak dan melakukan kordinasi dengan Basarnas serta pihak pihak terkait seperti Korem Mamuju dan Polda Sulbar untuk ikut melalukan penanganan bencana.

“Saya sudah arahkan Pemkab Mamuju segera buat SK tanggap darurat. Sewa alat berat swasta di Mamuju lalu arahkan untuk atasi lapangan.Pemkab bisa bayar pakai BTT” tandas Bahtiar.

Selama ini Pemprov Sulbar telah menetapkan Status Siaga Tanggap Darurat Bencana yang diberlalukan sejak Sulbar memasuki musim hujan apalagi menurut Bahtiar, Sulbar memang termasuk daerah rawan bencana khususnya tanah longsor.
Sementara itu laporan kronologis dari BPBD Sulbar menyatakan medan menuju lokasi sebagian tertutup material longsoran dan pohon tumbang, sehingga evakuasi korban dari TKP hanya menggunakan tandu ke Mobil ambulance.

“Kondisi di TKP listrik padam sehingga menyulitkan Tim melaksanakan evakuasi” ungkap Kepala BPBD Sulbar Yassir Fattah
Rencananya hari ini, Senin 27 Januari 2025 akan dilaksanakan pembersihan material tanah longsor dan Pohon tumbang oleh BPBD Mamuju.

Seperti diketahui hujan deras dengan intensitas tinggi di kabupaten Mamuju dan sekitarnya terjadi sejak Minggu sore. Sekitar pukul 23.15 Wita, longsor terjadi di lingkungan Tapodede Jln. Tamasapi Kelurahan Mamunyu yang mengakibatkan 2 rumah warga tertimbun tanah longsor.

“Tanggal 27 Januari 2025, Pukul 01.00 Wita, korban selamat berhasil di Evakuasi ke RS dengan menggunakan ambulance milik RS. Bhayangkara dan Ambulance RSUD Kab. Mamuju” tambah Yassir.

Atas kejadian yang menimpa dua rumah tertimbun longsor tersebut menyebabkan empat warga meniggal dunia karena tertimbun longsor dan empat orang luka luka.

Berikut korban meninggal dunia;
1. Nama : Nurlela
Umur : 24 Tahun
Alamat : Lingk. Tamasapi Kel. Mamunyu Kec. Mamuju Prov. Sulawesi Barat.
2Nama : Nasril
Umur : 40
Alamat : Lingk. Kadolang Kel. Mamunyu Kec. Mamuju Prov. Sulawesi Barat.
3. Nama : Aisyah
Umur : 4 Tahun
Alamat : Lingk. Tamasapi Kel. Mamunyu Kec. Mamuju Prov. Sulawesi Barat.
4. Nama : – (Balita)
Umur : 1 Bulan
Alamat : Lingk. Tamasapi Kel. Mamunyu Kec. Mamuju Prov. Sulawesi Barat.

Ssmentara Korban Luka-Luka:
1 Nama : Syahrul
Umur : 50
Pekerjaan : Petani
Alamat : Desa Tamasapi, Kel. Mamunyu, Kec. Mamuju
Catatan : dirawat di RSUD Mamuju, mengalami luka robek pada bagian kepala, korban dalam keadaan sadar.
2. Nama : Irawati
Umur : 40
Pekerjaan : IRT
Alamat : Desa Tamasapi, Kel. Mamunyu, Kec. Mamuju
Catatan : dirawat di RSUD Mamuju.
3 Nama : Fahri
Umur : 30 Tahun
Pekerjaan : Petani
Alamat : Desa Tamasapi, Kel. Mamunyu, Kec. Mamuju
Catatan : dirawat di RS Bhayangkara, mengalami luka lebam pada mata kiri dan bibir.
4 Sdri. Ajeng
Umur 13 Tahun
Pekerjaan : pelajar
Alamat : Desa Tamasapi, Kel. Mamunyu, Kec. Mamuju
Catatan : dirawat di RS Bhayangkara, mengalami luka lebam pada mata kanan dan bengkak pada bibir.

Sekali lagi Pemprov Sulbar menyatakan duka yang sangat mendalam atas bencana longsor di Tamasapi. Pj Bahtiar selalu mengingatkan kepada warga khususnya yang berada di bantaran sungai dan pegunungungan agar selalu waspada terhadap bencana banjir dan longsor selama berlangsung musim hujan sebab Sulbar merupakan daerah rawan bencana. (Rls)

Berita Terkait

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Gubernur Sulbar Hadiri Rakor Swasembada Air Nasional, PUPR Dorong Integrasi Pengelolaan Sumber Daya Air
TB, DBD dan HIV Jadi Perhatian, DKPPKB Sulbar Gandeng DPRD Perkuat Pencegahan
Pemprov Sulbar dan Sulteng Bahas Batas Pasangkayu-Donggala, Kepastian Wilayah Dikebut
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:55 WIB

SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:04 WIB

Gubernur Sulbar Hadiri Rakor Swasembada Air Nasional, PUPR Dorong Integrasi Pengelolaan Sumber Daya Air

Berita Terbaru