DPRD Provinsi Sulawesi Barat Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Gentungan Raya Terkait Penolakan Tambang di Peuweang

- Jurnalis

Rabu, 26 Februari 2025 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU  – Kepala Bagian Persidangan, Dr. Musra Awaluddin, bersama staf Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat, menerima unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Gentungan Raya di depan kantor DPRD. Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait penolakan terhadap aktivitas tambang pasir yang beroperasi di wilayah mereka, khususnya di Peuweang. Rabu, 26 Februari 2025

Masyarakat Gentungan Raya menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan yang dianggap merusak ekosistem dan mengancam kehidupan sosial mereka. Dalam aksi tersebut, mereka meminta agar izin tambang yang ada segera dicabut dan agar operasional tambang dihentikan sementara.

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), serta Inspektorat. Diskusi berlangsung dengan penuh perhatian terhadap tuntutan yang disampaikan oleh perwakilan Aliansi Masyarakat Gentungan Raya.

Mewakili Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Kabag Persidangan, Dr. Musra Awaluddin, menyambut baik kedatangan massa aksi dan menegaskan komitmen DPRD untuk mendengarkan serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat. “Kami menerima dengan baik aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat Gentungan Raya. Segala hal yang berkaitan dengan dampak lingkungan dan sosial harus diperhatikan dengan seksama,” ujar Musra Awaluddin.

Sebagai langkah awal, disepakati bahwa kegiatan operasional tambang pasir di Peuweang akan dihentikan sementara. Selain itu, Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan dengan pihak-pihak terkait dijadwalkan pada hari Selasa, 3 Maret 2025. Semua pihak yang terlibat, termasuk perwakilan masyarakat, diharapkan hadir untuk membahas lebih lanjut mengenai solusi terbaik bagi semua pihak.

Aksi unjuk rasa ini menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial di wilayah mereka, sekaligus menunjukkan bahwa dialog antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan yang adil dan bertanggung jawab.

Berita Terkait

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang
Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen
Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Anak, Forum Anak 2026-2028 Dikukuhkan
Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran
Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar
Pemprov Sulbar Bentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman, Cegah Bullying hingga Putus Sekolah
Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sulbar Lampaui Rata-Rata Nasional, 62,19 Persen Desa dan Kelurahan Masuk Kategori Cepat Berkembang

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pemprov Sulbar Kejar Pinjaman Rp200 Miliar dari PT SMI untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:21 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:13 WIB

Piala Dunia 2026 dan Blank Spot Sulbar, TVRI-Pemprov Cari Solusi agar Warga Tak Ketinggalan Siaran

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:51 WIB

Gubernur SDK Jamu Kepala BKN RI, Bahas Masa Depan Sulbar

Berita Terbaru

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar: Lindungi Anak dari Kekerasan dan Bahaya Medsos

Sabtu, 6 Jun 2026 - 07:51 WIB

Advertorial

Komisi II DPRD Sulbar Soroti PAD 2026 Baru 28 Persen

Jumat, 5 Jun 2026 - 19:21 WIB